Penjelasan DSSA Terkait Transaksi Rp 32 Triliun di Pasar Negosiasi

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menanggapi permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait transaksi di pasar negosiasi.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 23 September 2025, 17:00 WIB
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Manajemen PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait transaksi saham DSSA di pasar negosiasi yang mencapai Rp 32,3 triliun pada Jumat, 19 September 2025.

Jumlah saham yang ditransaksikan mencapai 299 juta saham yang dibantu PT Sinarmas Sekuritas sebagai anggota bursa (AB) beli dan PT CGS International Sekuritas Indonesia sebagai AB jual di pasar negosiasi.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa, (23/9/2025), manajemen PT Dian Swastatika Sentosa Tbk menjelaskan kalau transaksi ini bukan merupakan transaksi yang dilakukan pemegang saham utama ataupun bagian dari penjualan saham treasuri Perseroan.

"Sampai dengan tanggal surat ini, Perseroan tidak memiliki informasi mengenai pihak-pihak lain yang melakukan transaksi tersebut,” tulis manajemen DSSA dalam keterbukaan informasi BEI pada Senin, 22 September 2025.

Manajemen Dian Swastatika Sentosa juga menyebutkan kalau transaksi tersebut tidak berkaitan dengan pengalihan kembali saham hasil buyback Perseroan.

“Saat ini, sisa saham hasil buyback Perseroan masih tercatat sebagai saham treasuri dan belum dialihkan kembali kepada pihak manapun,” tulis Perseroan.

 

Tidak Terdapat Informasi dan Fakta Material

Selasa (9/9/2025) pagi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ambruk 1,47% ke level 7.653,65. Pergerakan IHSG hari ini masih melanjutkan sentimen negatif pada sore kemarin, Senin (8/9/2025) yang ditutup turun 1,28%. (AP Photo/Tatan Syuflana)

Perseroan juga menyatakan, hingga kini dan sepanjang pengetahuan Perseroan tidak terdapat informasi dan fakta material lainnya yang berpotensi mempengaruhi keputusan investasi pemodal dan atau harga saham Perseroan yang belum diungkapkan oleh Perseroan.

Manajemen Dian Swastatika Sentosa menyatakan telah menyampaikan informasi atau fakta material terkait dengan rencana beberapa aksi korporasi. Hal itu antara lain penerbitan obligasi berkelanjutan I Dian Swastatika Sentosa Tahap IV Tahun 2025 dengan menawarkan bunga tetap sebesar 6,875% per tahun dengan tenor lima tahun.

Selain itu, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Dian Swastatika Sentosa Tahap IV Tahun 2025 yang terdiri dari dua seri, yaitu Seri A dengan indikasi bagi hasil ekuivalen 6,25% per tahun dengan tenor 3 tahun.

Kemudian Seri B dengan indikasi bagi hasil ekuivalen 6,875% per tahun dengan tenor 5 tahun, dengan jumlah pokok sebesar Rp 1,5 triliun. Kemudian kemitraan strategis dengan PT FirstGen Geothermal Indonesia, entitas anak dari Energy Development Corporation.

Transaksi Saham DSSA Tembus Rp 32 Triliun di Pasar Negosiasi

Pejalan kaki duduk di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, transaksi harian mencapai Rp 69,5 triliun pada perdagangan Jumat, 19 September 2025. Hal itu seiring ada transaksi jumbo PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) di pasar negosiasi.

Mengutip data RTI, Sabtu (20/9/2025),  transaksi saham DSSA mencapai Rp 32,4 triliun di pasar negosiasi. Harga saham DSSA naik 3,4% ke posisi Rp 114.150 per saham. Harga saham DSSA berada di level tertinggi Rp 114.150 dan terendah Rp 108.000 per saham. Transaksi saham DSSA mencapai empat kali dan volume perdagangan 2.998.696 saham.

Di pasar regular, saham DSSA naik 4,46% ke posisi Rp 114.150 per saham. Harga saham DSSA dibuka di kisaran 110.000 dari penutupan sebelumnya Rp 109.275 per saham. Saham DSSA berada di level tertinggi Rp 114.150 dan terendah Rp 107.800 per saham. Total frekuensi perdagangan 5.081 kali dengan volume perdagangan 3.372.180 saham.

 

 

 

Pemegang Saham

Layar indeks harga saham gabungan menunjukkan data di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Perdagangan bursa saham 2018 dibuka pada level 6.366 poin, angka tersebut naik 11 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Adapun pemegang saham DSSA berdasarkan data BEI antara lain PT Sinar Mas Tunggal sebesar 59,9%, saham treasury sebesar 19,75 dan masyarakat sebesar 20,4%.

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif pada perdagangan saham Jumat, pekan ini. IHSG berbalik arah menghijau di tengah total transaksi harian saham mencapai Rp 69,5 triliun.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya