Ousmane Dembele dan Deretan Pemain Prancis Pemenang Trofi Ballon d'Or

Selain Ousmane Dembele, ada lima pemain asal Prancis yang pernah memenangkan Ballon d'Or.

oleh Serafinus Sapto Prasetyo UnuspasiDiterbitkan 23 September 2025, 15:27 WIB
Penyerang Paris Saint-Germain (PSG), Ousmane Dembele, mengangkat trofi Ballon d'Or 2025 yang diraihnya di Theatre du Chatelet, Paris, Selasa (23/9/2025) dini hari WIB. (Franck FIFE / AFP)

Liputan6.com, Jakarta Sepak bola Prancis kembali mencatatkan sejarah gemilang di kancah internasional. Winger PSG, Ousmane Dembele, baru-baru ini dinobatkan sebagai peraih Ballon d'Or 2025.

Dini hari tadi, French Football kembali menggelar malam penghargaan Ballon d'Or. Mereka memilih pemain terbaik dunia dalam satu tahun terakhir berdasarkan suara para jurnalis dari seluruh penjuru dunia.

Dari total 30 nama yang masuk dalam nominasi akhir, Dembele resmi terpilih sebagai pemenang Ballon d'Or tahun 2025. Ia berhasil mengalahkan sejumlah nama besar seperti Lamine Yamal, Mohamed Salah, dan Vitinha.

Kemenangan Dembele ini semakin mengukuhkan dominasi Prancis dalam daftar elite peraih trofi emas tersebut. Sebelum Dembele, sudah ada lima pemain Prancis yang memenangkan trofi bergengsi ini, di mana tidak ada negara lain yang memiliki jumlah pemenang Ballon d'Or sebanyak Prancis.

Lalu, siapa saja pemain asal Prancis yang memenangkan Ballon d'Or sebelum Dembele? Simak ulasannya berikut ini.


Raymond Kopa

Raymond Kopa. Eks sayap kanan Prancis yang wafat di usia 85 tahun pada 3 Maret 2017 ini memperkuat Real Madrid selama 3 musim mulai 1956/1957 hingga 1958/1959. Ia menjadi pemain Real Madrid kedua yang meraih gelar Ballon d'Or, yaitu pada tahun 1958. Raihannya tersebut sekaligus menggagalkan rekannya di Real Madrid Alfredo Di Stefano untuk mencetak hattrick dalam raihan Ballon d'Or. (AFP/Staff)

Raymond Kopa adalah nama yang tidak bisa dipisahkan dari sejarah Ballon d'Or Prancis. Ia menjadi pemain Prancis pertama yang meraih penghargaan bergengsi ini pada tahun 1958. Kopa dikenal sebagai gelandang serang yang brilian dengan visi permainan yang luar biasa.

Kemampuan dribel dan kecepatannya yang mumpuni membuatnya dijuluki "Napoleon sepak bola." Pada tahun 1958, Kopa menjadi bagian penting dari tim Real Madrid yang menorehkan sejarah. Ia membantu Real Madrid memenangkan tiga gelar Liga Champions Eropa secara beruntun.

Selain itu, Kopa juga berperan krusial dalam keberhasilan Real Madrid menjuarai La Liga musim 1956/1957 dan 1957/1958. Kontribusinya tidak hanya terbatas di level klub, tetapi juga di kancah internasional. Kopa memegang peran penting bagi tim nasional Prancis yang mencapai semifinal Piala Dunia 1958.

Meskipun Prancis harus mengakui keunggulan Brasil di semifinal, Kopa tampil sangat luar biasa sepanjang turnamen. Atas dedikasi dan prestasinya, Kopa menjadi pemain sepak bola pertama yang menerima Légion d'honneur pada tahun 1970, sebuah penghargaan tertinggi di Prancis.


Michel Platini

Kemampuan Michel Platini diakui dengan raihan tiga trofi Ballon d’Or pada 1983, 1984, 1985. (http://enlazonatecnica.mx)

Setelah era Kopa, tongkat estafet kejayaan Ballon d'Or Prancis dilanjutkan oleh Michel Platini. Platini menorehkan prestasi luar biasa dengan meraih tiga Ballon d'Or secara beruntun pada tahun 1983, 1984, dan 1985. Ia adalah satu-satunya pemain Prancis yang mampu memenangkan penghargaan ini tiga kali berturut-turut.

Lanjut Baca:

Platini dikenal sebagai gelandang kreatif dengan visi luar biasa dan tendangan bebas yang mematikan. Ia sangat produktif dalam menciptakan peluang dan mencetak gol-gol spektakuler dari berbagai posisi. Pada tahun 1984, ia membawa tim nasional Prancis meraih gelar juara Piala Eropa (Euro 1984). Dalam turnamen tersebut, Platini mencetak sembilan gol dalam lima pertandingan, sebuah pencapaian fenomenal untuk seorang gelandang. Bersama Juventus, Platini juga meraih banyak gelar domestik dan Eropa, termasuk juara Serie A pada tahun 1984 dan 1986, serta Piala Eropa (Liga Champions) pada tahun 1985.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya