Sisi Lain Ousmane Dembele: Juara Ballon d'Or 2025 yang Pernah Bangun Masjid di Mauritania

Ousmane Dembele raih Ballon d'Or 2025. Di balik prestasinya, ia pernah membangun masjid di Mauritania dari hadiah Piala Dunia 2018.

oleh Dimas Ardi PrasetyaDiperbarui 23 September 2025, 14:15 WIB
Pemain berusia 28 tahun itu mengungguli wonderkid Barcelona, Lamine Yamal, dan rekan setimnya di PSG, Vitinha, dalam pemungutan suara. (AP Photo/Thibault Camus)

Liputan6.com, Jakarta Nama Ousmane Dembele kini tercatat dalam sejarah sepak bola dunia. Pada malam penghargaan Ballon d’Or 2025 di Theatre du Chatelet, Paris, bintang Prancis itu resmi dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia. Malam itu menjadi momen bersejarah bagi kariernya yang penuh lika-liku.

Dembele sukses mengungguli para pesaingnya setelah membawa PSG meraih treble winners: Ligue 1, Coupe de France, dan Liga Champions. Kemenangan ini menegaskan statusnya sebagai pemain paling berpengaruh di Eropa musim lalu.

Lamine Yamal, wonderkid Barcelona, menempati posisi kedua. Sementara itu, gelandang Portugal Vitinha meraih peringkat ketiga. Mohamed Salah, bintang Liverpool, berada di urutan keempat, sedangkan Raphinha dari Barcelona melengkapi lima besar.

Setelah menerima penghargaan, Dembele tak kuasa menahan air mata. Pidatonya menjadi sorotan dunia, terutama ketika ia mengucapkan terima kasih kepada keluarga yang selalu mendukungnya. Namun di balik sorot lampu, ada sisi lain dari Dembele yang jarang diketahui publik.


Pernah Bangun Masjid di Mauritania

Sepanjang musim 2024/2025, Ousmane Dembele menjadi motor utama Paris Saint-Germain dengan torehan 33 gol dan 12 assist dari 45 pertandingan di semua ajang. (Franck FIFE/AFP)

Sebelum memenangkan Ballon d’Or 2025, Dembele pernah melakukan aksi sosial yang sangat bermakna. Ia menggunakan sebagian hadiah dari kemenangan Piala Dunia 2018 untuk membangun sebuah masjid di kampung halaman ibunya, di Mauritania selatan.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk bakti kepada keluarga dan juga masyarakat. Mauritania, negara dengan mayoritas penduduk Muslim, menjadi tempat yang sangat istimewa bagi Dembele karena di situlah akar keluarganya berada.

Menurut laporan dari Koora, pembangunan masjid itu dilakukan tak lama setelah Prancis menjuarai Piala Dunia 2018. Hadiah sebesar 38 juta dolar AS untuk tim Prancis menjadi salah satu sumber yang ia salurkan ke proyek tersebut.

Ibu Dembele berasal dari Mauritania keturunan Senegal, sementara ayahnya berasal dari Mali. Ikatan keluarga inilah yang membuat Dembele merasa berkewajiban memberi kembali kepada tanah leluhur.


Ucapan Haru untuk Keluarga

Sepanjang musim 2024/2025, Dembele tampil menawan dengan torehan 35 gol serta 16 assist di seluruh ajang. (AP Photo/Thibault Camus)

Dalam pidato kemenangan Ballon d’Or 2025, Dembele tidak hanya bicara soal kariernya. Ia dengan penuh emosi menyoroti peran keluarga dalam perjalanan hidupnya.

“Untuk ibuku, aku ingin mengucapkan terima kasih. Mama selalu ada untukku,” ujar Dembele di panggung, seperti dikutip dari Sportbible.

Dembele juga menegaskan bahwa keluarganya adalah sumber kekuatan terbesar. “Untuk keluargaku, kita telah mengalami begitu banyak hal bersama. Kita telah melalui semuanya. Kita akan selalu bersama,” tambahnya dengan suara bergetar.

Momen itu menunjukkan bahwa meski berada di puncak dunia sepak bola, Dembele tetap menjunjung tinggi nilai keluarga. Inilah yang membuat kisahnya semakin lengkap: bukan hanya sebagai pesepak bola hebat, tapi juga pribadi yang berakar kuat pada iman dan keluarganya.

(Koora/Sportbible)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya