Menkeu Purbaya Siap Tambah Bansos Jika ada Anggaran Nganggur

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa program bantuan sosial (bansos) minyak goreng sebesar 2 liter per dua bulan masih bersifat percobaan.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 23 September 2025, 14:30 WIB
Penambahan periode bantuan diharapkan selain menjaga stabilitas ketahanan pangan dengan menjaga daya beli masyarakat juga membantu pengendalian inflasi sebagai dampak kenaikan harga beras saat ini. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, mengaku siap menambah bantuan sosial (Bansos) minyak goreng jika terdapat anggaran-anggaran yang kurang terserap maksimal. Ia menilai, lebih baik dana yang menganggur dialihkan kepada masyarakat dalam bentuk subsidi atau bantuan sosial.

"Kita siap, kita pasti saya udah lihat tuh banyak anggaran-anggaran yang enggak keserap daripada nongkrong di sana di BI (Bank Indonesia) atau di rekening pemerintah, saya bagikan ke masyarakat dalam bentuk subsidi," kata Purbaya dalam Rapat Paripurna DPR ke-5 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025-2026 di kantor DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (23/9/2025).

Purbaya menegaskan bahwa program bantuan sosial (bansos) minyak goreng sebesar 2 liter per dua bulan masih bersifat percobaan.

Ia menyebut, pemerintah ingin menguji efektivitas kebijakan ini sebelum memutuskan untuk memperluas cakupan maupun menambah jumlah bantuan.

"Tadi 2 bulan itu baru percobaan Pak. Kalau masih kurang kita tambah lagi Jadi Bapak gak usah takut, saya komit," ujarnya.

Purbaya menyampaikan, permintaan tambahan dari DPR lewat Ketua Badan Anggaran Said Abdullah menjadi catatan penting. Namun, ia menekankan bahwa program harus dijalankan bertahap dengan melihat kondisi anggaran yang tersedia.

Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa pemerintah terbuka untuk melakukan penyesuaian bansos sesuai kebutuhan masyarakat dan ruang fiskal yang ada.

 

Komitmen dan Sinergi dengan DPR

Saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan kebijakan efisiensi anggaran internal akan terus berlanjut di 2026. (merdeka.com/Arie Basuki)

Meski menyatakan kesiapan menambah bansos, Purbaya tetap menekankan pentingnya disiplin fiskal. Ia berterima kasih kepada Banggar DPR yang telah memberi masukan agar pemerintah tidak gegabah dalam menggelontorkan anggaran.

"Tapi gak apa-apa, ini Pak Said berhati-hati sekali Saya terima kasih atas dukungannya Sehingga saya gak terlalu koboy banget gitu Pak. Jadi kita jaga kesinambungan fiskal dengan baik," ujarnya.

"Ini masukan yang baik dari DPR Pak, dari Banggar Sehingga ada kontrol dari Banggar juga ke kami Sehingga kami tidak semena-mena menggunakan anggaran," tambah Purbaya.

 

Siapkan Anggaran Rp 6,5 Triliun

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa

Pemerintah menyiapkan anggaran Rp 6,5 triliun untuk mengalurkan bantuan pangan beras dan minyak goreng mulai Oktober 2025.

Adapun, bantuan sosial (bansos) yang akan dibagikan 10 kilogram (kg) beras ditambah 2 liter minyak goreng MinyaKita untuk masing-masing penerima manfaat.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan, anggaran khusus untuk bansos MinyaKita sebesar Rp 1,1 triliun. Dana ini untuk menyediakan 2 liter MinyaKita perbulan per penerima sebanyak 18,27 juta penerima.

"Rp 6,5 triliun itu untuk bantuan pangan dalam bentuk beras plus minyak goreng. Kalau bantuan pangan minyak goreng sekitar Rp 1,1 triliun. Lalu sekitar Rp 5,3 triliun untuk bantuan pangan beras. Jadi totalnya Rp 6,5 triliun," kata Arief di Kantor Kemenko Perekonomian, dikutip dari keterangan resmi, Selasa (23/9/2025).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya