Dua Lipa Pecat Manajer karena Tolak Kehadiran Musisi Pro-Palestina di Ajang Glastonbury 2025

Dua Lipa akhiri kerja sama dengan manajer, David Levy, buntut kejadian Glastonbury 2025. Rupanya David Levy menolak hadirnya musisi pro-Palestina.

oleh Tsabitah AshilahDiterbitkan 23 September 2025, 19:30 WIB
(Sumber: Instagram @dualipa)

Liputan6.com, Jakarta Bintang pop Inggris Dua Lipa kembali jadi perhatian publik. Baru-baru ini ia memecat sang manajer, David Levy, buntut dari menandatangani surat anti musisi pro-Palestina

Melansir laman Hindustian Times, Senin (22/9/2025), itu terungkap usai David Levy diketahui sebagai penandatangan pertama surat tersebut. Ia menolak Kneecap, band pro-Palestina asal Irlandia untuk tampil di Glastonbury Festival Juni 2025. 

"Dia (Dua Lipa) menilai David Levy sebagai pendukung aksi kejam Israel di Gaza. Hal itu tampak jelas melalui surat yang ia tanda tangani dan disampaikan ke Michael Eavis," ujar seorang sumber anonim. 

Dua Lipa telah lama vokal menyuarakan dukungan bagi masyarakat Palestina. Mei tahun lalu, penyanyi kelahitan Kosovo itu mengunggah konten di akun Instagram, mengecam aksi Israel terhadap warga Palestina


Awal Mula Kejadian

Gaun berpotongan v-neck rendah yang dipadu dengan kalung emas siluet emas bergaya Aztec [@dualipa]

Awalnya, David Levy mengirim surat tuntutan untuk mengeluarkan Kneecap dari line-up Glastonbury melalui email kepada founder Michael Eavis dan anak perempuannya Emily. Lalu, tuntutan yang disetujui oleh sejumlah tokoh musisi Yahudi lainnya bocor. 

Meski begitu, Kneecap tetap hadir dan tampil di panggung Glastonbury 2025 walau sempat dikecam beberapa orang termasuk David Levy. Fakta tersebut menjadi alasan Dua Lipa memecat manajer.

"Dia memastikan bahwa David tidak bekerja sama lagi dengannya. Dua sangat pro Palestina dan hal itu tidak sejalan dengan prinsip David," ungkap sumber anonim.


Tetap di Agensi yang Sama

Penampilan Dua Lipa, penyanyi sekaligus penulis lagu asal Inggris saat berpose setibanya untuk peragaan busana Versace Fall/Winter 2023 di Pacific Design Center, West Hollywood, California, Amerika Serikat, 9 Maret 2023. Dua Lipa memilih riasan sederhana untuk mempercantik penampilannya. (Jon Kopaloff/Getty Images/AFP)

Keputusan musisi kelahiran 1995 tersebut untuk berpisah dengan manajer bukan berarti ia juga pergi meninggalkan agensinya. Dua Lipa tetap di bawah naungan William Morris Endeavor (WME) dan hanya berganti manajer.

Namun, kabar berakhirnya kerja sama Dua Lipa dan David Levy belum diumumkan secara resmi. Agensi WME belum mengeluarkan pernyataan lebih lanjut terkait hal ini. 

Mengutip laman Euronews, Senin (22/9/2025), bukan hanya Dua Lipa yang memutus kontrak dengan David Levy, tapi ada musisi lain. Salah satunya Massive Attack, grup musik trip-hop asal Inggris. 


Aksi Nyata Dukungan Para Musisi

Sekadar kilas balik, tak hanya Dua Lipa yang kerap menyuarakan aksi dukungan terhadap Palestina. Sekitar 400 artis lainnya menunjukkan dukungan atas nama kemanusiaan. 

Lebih dari 400 musisi dan label mendatangani "No Music for Genocide" yang menginisiasikan upaya menghapus musik mereka dari Israel imbas aksi kejam yang terjadi di Gaza, Palestina. 

"Tindakan nyata ini adalah satu langkah mendukung tuntutan Palestina agar Israel diasingkan dan dianggap tidak sah, karena mereka bebas menghabisi segalanya tanpa ada konsekuensi," jelas salah satu inisiator gerakan tersebut.

Infografis Aksi Pro-Palestina Marak di Kampus-Kampus AS dan Prancis. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya