Liputan6.com, Jakarta - Program pembangunan nasional, termasuk Makanan Bergizi Gratis (MBG), mendapat sambutan positif dari masyarakat adat di Papua Barat Daya.
Dukungan itu ditunjukkan melalui kegiatan bersama yang digelar di Kabupaten Sorong dan Sorong Selatan.
Advertisement
Di Kabupaten Sorong, Badan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga Suku Tehit (Binasket) menegaskan komitmen untuk mendukung seluruh program pemerintah sekaligus menjaga stabilitas keamanan wilayah. Hal tersebut disampaikan dalam acara yang berlangsung di Aimas Hotel.
“Kehadiran bapak, ibu, serta saudara-saudari sekalian menunjukkan kepedulian dan semangat kita bersama untuk kemajuan wilayah tercinta,” ujar Kepala Suku Binasket Kabupaten Sorong, Moses Kaliele.
Moses juga mengajak seluruh anggota Suku Tehit agar bersatu dan aktif berkontribusi demi masa depan yang lebih baik.
Sementara itu, di Kabupaten Sorong Selatan, masyarakat adat Imekko menyatakan dukungan penuh terhadap Program Strategis Nasional MBG. Dukungan ini disampaikan dalam kegiatan sosialisasi program pemerintah yang digelar Pemda Sorong Selatan bersama Ikatan Keluarga Besar Imekko.
Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Sorong Selatan, Yohan Bodory, S.Sos., M.Tr.AP, dan diisi dengan sosialisasi, diskusi, hingga pernyataan sikap bersama. Seluruh masyarakat adat Imekko menyatakan siap mendukung pelaksanaan MBG maupun program nasional lainnya.
Gandeng Masyarakat Adat
Menurut Wabup Yohan Bodory, kegiatan ini menjadi wadah penyamaan persepsi antara pemerintah daerah dan masyarakat adat dalam menyukseskan pembangunan.
“Sosialisasi ini sangat penting untuk menyatukan persepsi dan komitmen, guna melancarkan program pembangunan dan pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Kami menyampaikan apresiasi karena warga Imekko begitu responsif untuk siap mendukung semua program pemerintah termasuk MBG dan program lainnya. Tentu kolaborasi dan komitmen ini menjadi bagian penting untuk kita sama-sama menata pembangunan di Kabupaten Sorong Selatan ke depan,” kata Yohan.
Yohan menegaskan, pemerintah daerah akan terus menggandeng masyarakat adat, sosial, maupun keagamaan dalam sosialisasi dan edukasi.
"Prinsipnya kita terbuka untuk semua masukan, saran bahkan kritikan yang disampaikan oleh masyarakat, karena bagaimanapun masyarakat adalah tuan yang harus kita layani dengan baik,” tambahnya.
Melalui momentum tersebut, pemerintah daerah di Papua menegaskan komitmennya untuk bersinergi dengan masyarakat adat dalam menjaga keamanan, memperkuat persatuan, dan memastikan program pembangunan berjalan sesuai harapan masyarakat.