Desain dan Inovasi Jadi Jantung Daya Saing Industri Mebel Indonesia di Pasar Global

Desain dan inovasi adalah jantung daya saing industri mebel dan kerajinan Indonesia di tengah dinamika pasar global.

oleh Septian DenyDiterbitkan 21 September 2025, 18:45 WIB
Pekerja membuat mebel di kawasan Tangerang, Selasa (3/11/2020). Kementerian Koperasi dan UKM mengajak para pelaku UMKM yang telah siap mengekspor untuk memanfaatkan Generalized System of Preference (GSP). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

 

Liputan6.com, Jakarta Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur menegaskan, desain dan inovasi adalah jantung daya saing industri mebel dan kerajinan Indonesia di tengah dinamika pasar global.

Hal tersebut diungkapkan Abdul Sobur saat berkunjung dan eksplorasi pada ajang Indonesia Design Week (IDW) 2025 yang berlangsung di Indonesia Design District (IDD), PIK 2.

“Indonesia Design Week memberi ruang kolaborasi yang penting antara asosiasi, penyelenggara pameran, dan institusi pendidikan. Sinergi seperti ini harus terus diperkuat agar produk kita tidak hanya berdaya jual, tetapi juga memiliki nilai seni dan cerita yang kuat,” ujarnya, Minggu (21/9/2025).

Kunjungan ini sekaligus menjadi apresiasi terhadap karya para desainer dan pelaku industri kreatif yang menutup rangkaian Indonesia Design Week 2025 pada hari terakhir penyelenggaraan, 20 September.

HIMKI melihat momentum ini sebagai pijakan untuk memperluas jejaring internasional, sekaligus meneguhkan komitmen menghadirkan pameran desain berkelas global melalui IFEX 2026 dan berbagai kolaborasi mendatang.

Dengan kehadiran HIMKI, Dyandra Promosindo, dan Binus, IDW 2025 dipandang berhasil membuka ruang dialog kreatif lintas sektor, dari asosiasi, akademisi, pelaku usaha, hingga penyelenggara pameran, yang bersama-sama mendorong Indonesia menuju ekosistem desain dan inovasi berkelas dunia.

 

 

 

Kolaborasi Lintas Sektor

Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur, mengatakan kinerja industri mebel dan kerajinan nasional mengalami penurunan ekspor (dok: Tira)

Kolaborasi lintas sektor ini semakin penting mengingat tantangan industri global yang menuntut kreativitas, keberlanjutan, dan identitas lokal yang kuat. HIMKI menilai, IDW menjadi titik temu strategis untuk menghubungkan ide kreatif dengan peluang pasar, sehingga karya para desainer dapat menemukan panggung yang lebih luas.

HIMKI menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan IDW yang memberi pengalaman nyata bagi mahasiswa dan talenta muda kreatif. Melalui interaksi langsung dengan pelaku industri, mereka diyakini mampu mengasah kompetensi sekaligus memperluas wawasan mengenai tren desain dan bisnis masa depan.

Ke depan, HIMKI berkomitmen melanjutkan sinergi dengan berbagai pihak untuk memperkuat ekosistem desain nasional. Dukungan terhadap kegiatan seperti IDW diyakini akan menjadi motor penting bagi lahirnya inovasi baru, memperkokoh posisi Indonesia di mata dunia, serta membuka jalan menuju era industri kreatif yang lebih inklusif dan berdaya saing tinggi.

Ferry Juliantono jadi Menkop Baru, Begini Suara Hati Pengusaha Kecil

Wakil Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, menyampaikan pelaksanaan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) yang telah mencapai angka 78.600 di seluruh Indonesia.

Perkumpulan untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK) menyambut baik penunjukan Ferry Juliantono sebagai Menteri Koperasi yang baru. Penunjukan ini dinilai tepat di tengah kebutuhan akan kepemimpinan yang mampu mempercepat transformasi sektor koperasi dan UMKM.

Ketua PUPUK, Abdul Sobur, menyampaikan keyakinannya bahwa Ferry adalah sosok yang memiliki komitmen kuat terhadap pemberdayaan UMKM dan koperasi.

“Kami menyampaikan selamat dan dukungan penuh kepada Bapak Ferry Juliantono. Beliau adalah sahabat kami yang memahami tantangan sekaligus peluang besar di sektor koperasi dan UMKM,” ujar Sobur di Jakarta, Selasa (9/9/2025).

Menurut Sobur, kepemimpinan Ferry di Kementerian Koperasi diharapkan menjadi momentum akselerasi. Banyak agenda strategis yang perlu dijalankan, terutama dalam hal penguatan kelembagaan dan akses pelaku usaha kecil terhadap sumber daya yang lebih memadai.

Ia menegaskan, ada tiga prioritas utama yang harus segera diwujudkan. Pertama, akses pembiayaan inklusif dengan penjaminan kredit yang lebih kuat. Kedua, digitalisasi koperasi agar relevan dengan perkembangan zaman. Ketiga, sinergi program pemberdayaan dengan organisasi masyarakat sipil dan asosiasi, termasuk PUPUK.

PUPUK sendiri merupakan salah satu LSM terkemuka dan perintis gerakan usaha kecil sejak 1980-an. Selama lebih dari empat dekade, PUPUK konsisten mendampingi pelaku UMKM, baik di perkotaan maupun di pedesaan, dengan program peningkatan kapasitas dan jejaring usaha.

 

Mitra Strategis Pemerintah

Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (4/9/2025). (Dok Kemenkop) 

Dengan rekam jejak panjang tersebut, PUPUK menegaskan kesiapannya untuk menjadi mitra strategis pemerintah. Dukungan ini mencakup berbagai inisiatif untuk mendorong UMKM naik kelas, memperluas pasar, serta membangun koperasi modern yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.

Sobur menambahkan, kolaborasi erat antara pemerintah, asosiasi, dan masyarakat sipil merupakan kunci agar transformasi UMKM dan koperasi dapat berjalan lebih cepat. “Kami percaya, dengan kepemimpinan baru di Kemenkop, arah kebijakan akan semakin sejalan dengan kebutuhan pelaku usaha kecil di lapangan,” katanya.

“Koperasi dan UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia. Dengan kepemimpinan Menkop yang baru, kami optimis arah kebijakan ke depan akan semakin pro-UMKM dan memberi dampak nyata bagi jutaan pelaku usaha kecil,” pungkas Sobur.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya