Liputan6.com, Jakarta - Astra kembali hadir di Paviliun Indonesia pada World Expo 2025 Osaka, Jepang, pada Sabtu, Sabtu 20 September 2025.
Kehadiran ini menegaskan konsistensi dukungan Astra terhadap partisipasi Indonesia di ajang pameran berskala global yang mengusung tema “Thriving in Harmony: Nature, Culture, Future”.
Advertisement
Pada hari yang sama, Paviliun Indonesia juga menjadi salah satu tujuan agenda kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto di Osaka.
Direktur Astra Gita Tiffani Boer bersama Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto turut hadir mengunjungi Paviliun Indonesia sebagai wujud komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendukung ajang yang memamerkan inovasi, budaya, dan potensi ekonomi dari berbagai negara di dunia.
"Bagi Astra, hadir kembali di Paviliun Indonesia pada World Expo 2025 Osaka merefleksikan komitmen jangka panjang kami dalam mendukung peran Indonesia di forum global,” kata Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto seperti dikutip dari keterangan resmi, Minggu (21/9/2025).
Astra berharap beragam budaya, karya, dan inovasi bangsa yang dipamerkan dalam ajang ini dapat semakin dikenal, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas lagi guna mendukung pembangunan yang berkelanjutan bagi Indonesia.
Komitmen Jangka Panjang
Sebelumnya Astra telah melakukan kunjungan ke World Expo 2025 Osaka yaitu saat peresmian Paviliun Indonesia pada April 2025 lalu serta saat penyelenggaraan National Day Indonesia di Paviliun Indonesia pada Mei 2025.
Partisipasi Astra di World Expo 2025 Osaka merupakan kelanjutan dari komitmen jangka panjang mendukung keikutsertaan Indonesia di World Expo, dimulai sejak Expo 2010 di Shanghai, dilanjutkan Expo 2015 di Milan, dan Expo 2020 di Dubai.
Semangat ini sejalan dengan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.
Kinerja Semester I 2025
Sebelumnya, PT Astra International Tbk (ASII) membukukan kinerja keuangan beragam sepanjang semester I 2025. Perseroan mencatat pertumbuhan pendapatan tetapi laba bersih turun tipis.
PT Astra International Tbk mencatat pendapatan bersih Rp 162,85 triliun hingga semester I 2025. Pendapatan itu naik dua persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 159,96 triliun. Sementara itu, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 2,15% menjadi Rp 15,51 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 15,85 triliun. Demikian mengutip dari keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (30/7/2025).
“Kinerja grup pada semester pertama 2025 mengalami penurunan dibandingkan periode sama tahun lalu, seiring dengan kondisi bisnis yang menantang,” ujar Presiden Direktur Astra International, Djony Bunarto Tjondro, dikutip dari keterangan resmi.
Perseroan memperkirakan dampak dari kondisi harga batu bara yang lebih rendah dan lemahnya pasar mobil nasional dapat menyebabkan kinerja grup relatif sama untuk sisa tahun ini.
Portofolio Perseroan
"Namun demikian, kami tetap optimistis terhadap ketahanan portofolio kami yang terdiversifikasi, dan berkomitmen untuk menjaga kedisiplinan keuangan serta keunggulan operasional sambil terus seksama mencari peluang pertumbuhan jangka panjang,” kata dia.
Sementara itu, kinerja lebih baik dari bisnis lain portofolio grup yang terdiversifikasi menunjukkan kinerja yang tetap resilient secara keseluruhan, dengan kontribusi yang lebih tinggi, khususnya dari segmen jasa keuangan, infrastruktur, dan agribisnis.
Nilai aset bersih per saham pada 30 Juni 2025 naik sebesar 2% menjadi Rp5.385. Kas bersih, tidak termasuk anak perusahaan Jasa Keuangan Grup, mencapai Rp 12,7 triliun pada 30 Juni 2025, dibandingkan Rp 8,0 triliun pada 31 Desember 2024. Utang bersih anak perusahaan Jasa Keuangan Grup mencapai Rp 64,0 triliun pada 30 Juni 2025, meningkat dibandingkan Rp 60,2 triliun pada 31 Desember 2024.