Merdeka Gold Resources (EMAS) Bakal Catat Saham Perdana di BEI 23 September 2025

PT Merdeka Gold Resources (EMAS) akan menjadi pendatang baru di Bursa Efek Indonesia (BEI)

oleh Agustina MelaniDiperbarui 20 September 2025, 20:54 WIB
Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), anak perusahaan dari PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) telah melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO) dengan harga yang ditetapkan sebesar Rp 2.880 per saham.

Jumlah saham yang ditawarkan itu sebesar 1,61 miliar dengan nilai nomimal Rp 150 per saham. Jumlah saham yang ditawarkan itu 10% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan dari IPO. Dengan harga tersebut, perseroan berpotensi menghimpun dana segar hingga Rp 4,65 triliun.

Penawaran ini menarik perhatian investor di tengah kondisi pasar emas global yang sedang menguat signifikan. Selain itu, IPO saham EMAS ini disebut-sebut sebagai salah satu penawaran umum perdana terbesar di Indonesia pada 2025, dengan target penggalangan dana mencapai Rp 4,65 triliun.

Dana hasil IPO antara lain akan dipakai sebesar US 20 juta atau setara Rp 329,2 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah dengan memakai nilai kurs tengah Bank Indonesia per 10 September 2025 sebesar 16.482 per dolar AS) akan disalurkan oleh Perseroan dalam bentuk uang muka setoran modal secara bertahap kepada PT Pani Bersama Tambang.

 

Dana IPO Lainnya

Pekerja melintasi layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). Meski terjebak di zona merah, IHSG berhasil mengakhiri perdagangan di level 5.841. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dana itu akan digunakan untuk membiayai sebagian kebutuhan modal kerja yang berkaitan dengan kegiatan operasional. Kemudian sebesar USD 20 juta atau setara Rp 329,2 miliar akan disalurkan oleh Perseroan dalam bentuk pinjaman kepada PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS) yang akan digunakan untuk membiayai sebagian kebutuhan modal kerja yang berkaitan dengan kegiatan operasional.

Sisanya sebesar Rp 3,88 triliun akan dipakai untuk pembayaran lebih awal kepada MCG atas sebagian pokok terutang yang timbul berdasarkan Perjanjian Utang Piutang pada 8 April 2022. Kemudian diubah terakhir dengan amandemen kedua atas perjanjian utang piutang yang telah efektif pada 21 Agustus 2024.

 

Jadwal IPO

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia menguat hampir lima persen lebih tinggi pada pembukaan 10 April 2025. (BAY ISMOYO/AFP)

Berikut Jadwal IPO:

  • Tanggal efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 15 September 2025
  • Masa penawaran umum pada 17-19 September 2025
  • Tanggal penjatahan pada 19 September 2025
  • Tanggal distribusi saham secara elektronik pada 22 September 2025
  • Tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 23 September 2025

 

Untuk melaksanakan IPO ini, Perseroan telah menunjuk penjamin pelaksana emisi efek antara lain PT Indo Premier Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, dan PT Sinarmas Sekuritas.

Selain itu, penjamin emisi efek yakni PT Aldiracita Sekuritas Indonesia, PT Amantara Sekuritas Indonesia, PT OCBC Sekuritas Indonesia dan PT UOB Kay Hian Sekuritas.

 

Kebijakan Dividen

Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Perdagangan bursa saham 2017 ditutup pada level 6.355,65 poin. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Mengutip laman e-ipo, Perseroan akan mulai melakukan pembagian dividen pada 2032.Adapun sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia khususnya UUPT.

Keputusan pembayaran dividen mengacu pada ketentuan-ketentuan yang terdapat pada anggaran dasar Perseroan dan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) berdasarkan rekomendasi direksi Perseroan. Pembayaran dividen hanya dapat dilakukan apabila Perseroan mempunyai saldo laba positif.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya