Industri Laundry Makin Menggeliat, Ini Buktinya

Industri laundry di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan dan prospek pasar yang menjanjikan.

oleh Septian DenyDiperbarui 20 September 2025, 12:32 WIB
Dalam sehari mereka bisa mendapatkan omzet sekitar Rp10 juta per hari. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta Industri laundry di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan dan prospek pasar yang menjanjikan. Hal ini didorong oleh perubahan gaya hidup masyarakat urban yang semakin mencari kepraktisan, inovasi teknologi yang terus berkembang, serta dukungan kuat dari pemerintah dan asosiasi terkait.

Bisnis laundry, yang dulunya dianggap sederhana, kini bertransformasi menjadi sektor vital dalam ekonomi nasional.

Pertumbuhan pesat ini tidak hanya tercermin dari peningkatan jumlah gerai, tetapi juga dari nilai pasar yang terus melonjak. Antara tahun 2021-2022, usaha laundry diperkirakan tumbuh hingga 50%, menunjukkan tingginya permintaan akan layanan praktis. Fenomena ini mengindikasikan bahwa industri laundry bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan esensial bagi sebagian besar masyarakat perkotaan.

Dengan potensi pasar yang besar dan berbagai inovasi yang terus bermunculan, industri laundry di Indonesia siap menghadapi tantangan dan meraih peluang di masa depan. Dukungan terhadap UMKM di sektor ini juga menjadi kunci untuk memperkuat daya saing dan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

Bisnis laundry di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang pesat. Buktinya nilai pasar industri laundry pada tahun 2023 mencapai Rp 10 triliun, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 15%.

Berkaca dari hal tersebut, Laundry Innovation Summit kembali hadir pada tahun 2025 dengan skala yang lebih besar. Kali ini, acara tahunan yang diprakarsai oleh Apique Group menggandeng Expo Laundry, pameran industri laundry terbesar di Asia Tenggara, untuk bersama-sama menghadirkan forum inspiratif dan komprehensif bagi para pelaku usaha laundry di Indonesia maupun kawasan regional.

“Dengan perkembangan bisnis yang semakin pesat saat ini, bisnis laundry menjadi salah satu bisnis yang paling sexy dengan peminat yang banyak baik dari konsumen ataupun pebisnisnya. Dengan banyaknya pesaing di bisnis laundry Apique Group memberikan solusi untuk menghindari perang harga dengan strategi yang bisa memenangkan pasar melalui event Laundry Innovation Summit," kata CEO Apique Group Apik Primadya, dikutip Sabtu (20/9/2025).

 

 

Platform Strategis

Laundry Innovation Summit menggandeng Expo Laundry akan diselenggarakan pada tanggal 31 Oktober – 1 November 2025.

Kini Laundry Innovation Summit hadir dengan format kolaborasi bersama Expo Laundry, sehingga memperluas jangkauan sekaligus memperkuat posisi acara ini sebagai platform strategis bagi pengembangan bisnis laundry di Indonesia. Acara ini akan menghadirkan lebih dari 20 narasumber, mulai dari praktisi laundry terbaik, pengusaha sukses, hingga keynote speaker yang ahli di bidangnya.

Laundry Innovation Summit akan diselenggarakan pada tanggal 31 Oktober – 1 November 2025, sementara pameran EXPO LAUNDRY sendiri sudah dibuka mulai 30 Oktober di Exhibition Hall A, JICC Senayan, Jakarta. Pameran akan menghadirkan lebih dari 100 brands local dan global untuk industri laundry, dengan berbagai demo dan aktivitas yang dapat diikuti pengunjung.

“Kolaborasi Laundry Innovation Summit with EXPO LAUNDRY adalah momentum penting di tahun ini bagi industri laundry. Kami selalu berupaya menghadirkan nilai lebih bagi para profesional, pengusaha dan praktisi laundry. Melalui kerjasama ini, diyakini semua bisa mendapatkan multi manfaat, dapat ilmu, dapat wawasan baru, networking, info produk dan solusi untuk usaha laundry sekaligus dalam 1 stop di sini,” tutup Direktur EXPO LAUNDRY Teddy Halim.

 

Industri Jasa Laundry Mampu Serap 34 Ribu Tenaga Kerja

Pekerja penatu mengambil pakaian yang telah selesai dicuci di salah satu tempat layanan penatu di kawasan Ampera Raya, Jakarta, Rabu (17/4/2024). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Kementerian Usaha Mikro kecil dan Menengah (UMKM) mendukung industri jasa laundry untuk meningkatkan daya saing, sehingga mampu menjadi salah satu bidang jasa layanan yang strategis dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Temmy Satya Permana secara khusus berpesan kepada Asosiasi Laundry Indonesia (ASLI), agar semakin fokus memberdayakan segmen masyarakat menengah ke bawah untuk memperkuat fondasi perekonomian rakyat.

"Saat ini ASLI memiliki 21 DPD aktif yang tersebar di seluruh provinsi, dengan lebih dari 1.800 anggota resmi yang tergabung," ujar Temmy dalam keterangan tertulis, Selasa (26/8/2025).

Temmy mengatakan, saat ini industri laundry yang tergabung dalam jaringan ASLI telah menyerap sekitar 34 ribu tenaga kerja, baik formal maupun informal.

"Hal ini membuktikan bahwa usaha atau industri laundry bukan usaha sampingan semata, melainkan bagian penting dari ekosistem UMKM nasional," ungkapnya.

Anggota Terus Naik

Sementara hari-hari biasa, pendapatan mereka berada dikisaran Rp5 hingga Rp6 juta per hari. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Pertumbuhan sektor ini juga ditunjukkan dengan peningkatan keanggotaan rata-rata 20 persen setiap tahun. Hal ini mencerminkan daya tarik, kepercayaan, serta prospek usaha laundry sebagai sektor jasa modern.

"Dengan perkembangan ini industri laundry tidak hanya membuka peluang dan kesempatan, tetapi juga membangun ekosistem jasa yang berdaya saing," ujarnya.

Menurut Temmy, saat ini pengusaha laundry Indonesia menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari standardisasi layanan dan kompetensi, pengelolaan limbah, akses pembiayaan dan KUR yang inklusif, dan digitalisasi layanan untuk meningkatkan efisiensi dan kepuasan pelanggan.

"Melalui program seperti SBL (Sekolah Bisnis Laundry) saya melihat semangat besar untuk mengangkat usaha ini agar lebih profesional, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan global," ujarnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya