Ashanty Ungkap Kenangan Manis Bersama Mendiang Ayah di Tanah Warisan yang Kini Jadi Sengketa

Ashanty serius menghadapi sengketa tanah warisan peninggalan ayahnya.

oleh M Altaf JauharDiterbitkan 19 September 2025, 09:00 WIB
Ashanty kecewa pihak developer lanjutkan pembangunan di tanah warisan ayahnya, di Depok, Jawa Barat, yang masih berstatus sengketa. Ia menolak diam.

Liputan6.com, Jakarta Ashanty tak akan tinggal diam dan siap memperjuangankan tanah warisan ayahnya di wilayah Cinangka, Depok, Jawa Barat, yang berstatus sengketa. Pasalnya ada orang lain yang jug mengklaim memiliki surat kepemilikan tanah tersebut dan telah menjualnya ke pihak developer.

Bukan hanya mempejuangkan hak, bagi Ashanty tanah tersebut menyimpan kenangan manis masa kecil yang tak ternilai bersama sang ayah tercinta. Lahan tersebut meruoakan saksi bisu momen-momen kebersamaan dengan almarhum ayahnya.

"Jadi tanah tanah ini tuh zaman, kan aku tinggal di Bona Indah deket dari sini. Jadi waktu kecil karena ketemu papahku susah, jadi kalo misal papah mau ketemu kita suka diajak mancing di sini. Nanti hasilnya ada saung di situ diminta bakarin," kenang Ashanty di Kawasan Cinangka, Depok, Jawa Barat, Kamis (18/9/2025).

Ashanty menunjukkan keseriusan dalam menghadapi sengketa tanah warisan peninggalan ayahnya. Meski tidak menyebutkan angka pasti, ia mengisyaratkan kerugian yang dialaminya cukup signifikan.


Prinsipnya, Perjuangkan Hak

Ashanty kecewa pihak developer lanjutkan pembangunan di tanah warisan ayahnya, di Depok, Jawa Barat, yang masih berstatus sengketa. Ia menolak diam.

Namun bagi Ashanty nominal bukanlah satu-satunya alasan di balik perjuangannya. Ia menegaskan bahwa prinsip memperjuangkan hak adalah hal yang utama, tidak peduli seberapa besar atau kecil nilai aset itu.

"Kalau aku sampai memperjuangkan berarti ya lumayan ya. Tapi sebenernya mau kecil mau gede kalau namanya hak ya hak kita ya. Apalagi ini memang ahli waris dari papa dan orang sini sebenernya tahu papaku beli tanah di sini lumayan banyak," katanya.


Informasi Simpang Siur

Ashanty kecewa pihak developer lanjutkan pembangunan di tanah warisan ayahnya, di Depok, Jawa Barat, yang masih berstatus sengketa. Ia menolak diam.

Semula Ashanty ingin sengketa ini diselesaikan secara baik dengan orang yang juga mengaku memiliki surat kepemilikan atas tanah warisan ayahnya. Situasi justru semakin rumit karena orang itu justru menjualnya ke pihak developer.

"Bapak juga bilangnya kami belum dibayar, baru di-DP-in dan itu kecil. Aku nggak mengerti mana yang benar mana yang nggak," imbuhnya.


Dibangun Pihak Developer

Kekecewaan Ashanty kiat bertambah saat mengetahui developer yang membeli melakukan pembangunan. Padahal developer sempat menemui pihak Ashanty dan menanyakan solusi untuk permasalahan itu.

"Sekarang si developer ini yang aku kecewanya main bangun bangun, tambah tambah lagi dan aku bilang 'aku akan berjuang terus," pungkas Ahanty.

Infografis Siap-Siap Sertifikat Tanah Elektronik. (Liputan6.com/Trieyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya