Lomba Unik di Hungaria, Gali Kubur Jadi Ajang Kejuaraan Dunia

Bagaimana bisa gali kubur jadi ajang lomba internasional?

oleh Indra Cahya VanleonDiterbitkan 19 September 2025, 19:30 WIB
Ilustrasi liang lahat (AP Photo/Theo Jeftha)

Liputan6.com, Bundapest - Ajang unik di Hungaria ini jadi sorotan publik dan viral di media sosial. Setiap tahun, para penggali kubur dari berbagai negara berkumpul untuk mengikuti International Grave Digging Championship atau Kejuaraan Dunia Penggali Kubur.

Sejak pertama kali digelar pada 2016, ajang ini rutin diadakan oleh Asosiasi Operator dan Pengelola Pemakaman Hongaria (MTFE), dilansir dari Oddity Central, Jumat (19/9/2025).

Hanya pada 2020 dan 2021 acara ditiadakan karena pandemi. Para peserta datang dari berbagai negara untuk unjuk kebolehan menggali liang lahat.

Dalam perlombaan ini, peserta bekerja dalam tim berdua dan harus menggali kubur berukuran 2 meter panjang, 80 sentimeter lebar, dan 1,6 meter dalam dalam waktu dua jam.

Setelah itu, tanah sekitar 2,5 ton yang sudah digali harus dikembalikan lagi dan ditata rapi membentuk gundukan kuburan. Kecepatan, ketelitian, dan kerapian menjadi kriteria utama penilaian.

Juara Bertahan

Ilustrasi medali. (Dok. Pixabay/AxxLC)

Tahun ini, tepatnya 6 September, kejuaraan kedelapan kembali digelar.

Penampilan para peserta dinilai dengan sistem skala 10 poin berdasarkan kecepatan, estetika, dan presisi.

Tim asal Hongaria, Parakletosz Nonprofit Kft, kembali keluar sebagai juara dengan catatan waktu hanya 1 jam 33 menit 20 detik.

"Laszlo Kiss dan Robert Nagy memenangkan lomba dengan waktu 1 jam, 33 menit, 20 detik, mempertahankan juara pertama mereka dari tahun lalu. Mereka mengaku sukses berkat rutinitas kerja sehari-hari tanpa latihan khusus,” tulis MTFE dalam keterangan resminya.

Sementara itu, tim asal Rusia yang diwakili pegawai Krematorium Novosibirsk menempati posisi ketiga.

Mereka menyalahkan cuaca panas yang membuat performa mereka menurun drastis.

Bukan Sekadar Lomba

Kejuaraan ini bukan hanya sekadar hiburan. Menurut penyelenggara, tujuan utamanya adalah meningkatkan gengsi profesi penggali kubur, menarik minat generasi muda, sekaligus mengapresiasi kerja keras mereka.

Profesi penggali kubur dianggap menuntut bukan hanya kekuatan fisik, tetapi juga ketangguhan mental.

Melalui kompetisi ini, diharapkan masyarakat bisa lebih menghargai peran mereka.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya