Liputan6.com, Beijing - Dua remaja di China viral usai melakukan aksi nyeleneh mereka saat mabuk, kencing ke dalam panci kuah di sebuah restoran hotpot dan berujung diminta membayar 2,2 juta yuan atau sekitar Rp5 miliar kepada dua perusahaan katering.
Insiden itu terjadi pada Februari lalu di salah satu cabang Haidilao di Shanghai, jaringan hotpot terbesar di China. Aksi mabuk kedua remaja berusia 17 tahun itu menuai kecaman setelah mereka mengunggah videonya ke media sosial, dilansir dari BBC, Kamis (18/9/2025).
Advertisement
Tidak ada bukti bahwa kuah sup yang tercemar itu sempat disantap pelanggan. Namun pihak Haidilao menawarkan kompensasi kepada ribuan pengunjung yang makan di restoran tersebut pada hari-hari setelah kejadian.
Pada Maret, Haidilao menggugat dengan tuntutan ganti rugi lebih dari 23 juta yuan atau sekitar Rp53 miliar. Jumlah ini mencakup biaya kompensasi yang sudah dibayarkan kepada pelanggan.
Putusan Pengadilan
Pekan lalu, pengadilan di Shanghai memutuskan bahwa kedua remaja itu telah melanggar hak properti dan merusak reputasi perusahaan melalui "tindakan penghinaan". Pengadilan menilai aksi mereka mencemari peralatan makan dan menimbulkan ketidaknyamanan besar di masyarakat.
Pengadilan juga menemukan bahwa orang tua kedua remaja tersebut gagal dalam mendidik anak mereka sehingga mereka ikut bertanggung jawab menanggung ganti rugi.
Kompensasi yang dijatuhkan meliputi 2 juta yuan untuk kerugian operasional dan reputasi, 130 ribu yuan (Rp298 juta) untuk biaya kerusakan peralatan makan serta pembersihan, dan 70 ribu yuan (Rp160 juta) untuk biaya hukum.
Namun pengadilan menegaskan, kompensasi tambahan yang ditawarkan Haidilao kepada pelanggan di luar tagihan resmi adalah keputusan bisnis sukarela sehingga tidak dibebankan kepada kedua remaja itu.
Haidilao sebelumnya menawarkan kompensasi kepada lebih dari 4.000 pelanggan yang makan di cabang tersebut antara 24 Februari hingga 8 Maret. Mereka mendapat pengembalian penuh serta uang ganti rugi 10 kali lipat dari jumlah tagihan.
Pihak restoran juga mengganti semua peralatan hotpot dan melakukan pembersihan serta disinfeksi.
Haidilao sendiri tumbuh pesat sejak membuka restoran pertamanya di Jianyang, Provinsi Sichuan. Kini, jaringan ini sudah memiliki lebih dari 1.000 cabang di seluruh dunia.
Restoran ini dikenal dengan layanan pelanggan yang ramah keluarga, mulai dari layanan manicure untuk wanita hingga permen kapas gratis untuk anak-anak yang menunggu meja.