Liputan6.com, Jakarta Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pesan khusus bagi generasi muda yang ingin memulai bisnis maupun mengelola keuangan. Ia menekankan pentingnya pemahaman sebelum terjun ke dunia investasi.
Menurut Purbaya, anak muda harus lebih bijak dan tidak mudah terbawa arus tren yang sedang populer. Ia menilai banyak orang gagal berinvestasi karena hanya ikut-ikutan tanpa memahami risiko dan instrumen yang dipilih.
Advertisement
"Jangan ikut-ikutan orang, jangan FOMO apa, fear of missing out. Pelajari instrumennya apa, mereka pasti berhasil," kata Purbaya kepada wartawan saat di Istana Negara, Jakarta, ditulis Rabu (17/9/2025).
Ia menambahkan, keberhasilan finansial tidak ditentukan oleh cepatnya masuk ke instrumen investasi tertentu, melainkan oleh pemahaman yang matang serta konsistensi dalam pengelolaan modal. Dengan begitu, anak muda bisa lebih siap menghadapi dinamika pasar.
"Jadi, kalau mau berinvestasi ya, di instrumen apapun, pelajari instrumen itu apa," ujarnya.
Selain soal investasi, Purbaya juga menyinggung gaya hidup konsumtif, khususnya kebiasaan belanja. Menurutnya, belanja bukanlah masalah, selama tetap memperhatikan kemampuan finansial pribadi.
"Belanja nggak apa-apa, belanja mau yang mahal, mau yang murah, tapi sesuaikan dengan kantong Anda sendiri. Jangan ngutang," ujar Menkeu tersebut.
Mengenal Menkeu Purbaya Yudhi Sadew
Purbaya Yudhi Sadewa memulai perjalanan akademisnya dengan meraih gelar Sarjana Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Namun, minatnya yang mendalam pada bidang ekonomi membawanya melanjutkan studi ke Amerika Serikat, di mana ia memperoleh gelar Master of Science (MSc) dan Doktor (Ph.D) di bidang Ilmu Ekonomi dari Purdue University, Indiana.
Perpaduan keilmuan teknik dan ekonomi ini membentuknya menjadi seorang teknokrat dengan perspektif yang komprehensif dalam menganalisis dan merumuskan kebijakan.
Selain itu, Purbaya merupakan seorang ekonom dan insinyur dengan rekam jejak panjang di sektor keuangan dan pemerintahan, kini mengemban amanah sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia.
Penunjukannya pada September 2025 menandai babak baru dalam perjalanan kariernya yang penuh dinamika, di mana ia diharapkan membawa stabilitas dan pertumbuhan bagi ekonomi makro Indonesia.
Sebelum menjabat posisi strategis ini, Purbaya dikenal luas atas perannya sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), sebuah institusi krusial dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
Karier Purbaya
Purbaya Yudhi Sadewa memiliki perjalanan karier yang kaya dan beragam, mencakup sektor swasta, riset, hingga pemerintahan:
- • 1989–1994: Mengawali karier sebagai Field Engineer di Schlumberger Overseas SA.
- • Oktober 2000–Juli 2005: Menjabat sebagai Senior Economist di Danareksa Research Institute.
- • Juli 2005–Maret 2013: Diangkat sebagai Chief Economist di Danareksa Research Institute.
- • April 2006–Oktober 2008: Memimpin sebagai Direktur Utama PT Danareksa Securities.
- • 2010–2014: Berperan sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Anggota Komite Ekonomi Nasional.
- • Maret 2013–April 2015: Menjadi Anggota Dewan Direksi PT Danareksa (Persero).
- • April 2015–September 2015: Menjabat Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis di Kantor Staf Presiden Republik Indonesia.
- • 2015–2016: Bertugas sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan.
- • Mei 2018–September 2020: Menjadi Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.
- • 3 September 2020–8 September 2025: Dipercaya sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
- • 8 September 2025–Sekarang: Dilantik sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto.