PSSI Fokuskan Piala Presiden 2026 untuk Klub Liga 3 dan Liga 4, Tim Papan Atas Tak Dilibatkan

Ketua Umum PSSI Erick Thohir memastikan ajang Piala Presiden 2026 hanya akan diikuti oleh amatir, tanpa melibatkan tim-tim BRI Super League dan Pegadaian Championship.

oleh Theresia Melinda IndrasariDiterbitkan 17 September 2025, 00:01 WIB
Ketua Umum PSSI Erick Thohir (tengah) didampingi Waketum PSSI Zainudin Amali (kiri) dan Sekjen PSSI Yunus Nusi saat menghadiri konferensi pers terkait update PSSI dan Timnas Indonesia di SUGBK, Senayan, Jakarta Pusat pada Selasa (16/9/2025) siang WIB. (Liputan6.com/Melinda Indrasari)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum PSSI Erick Thohir memastikan Piala Presiden 2026 tak akan melibatkan klub-klub BRI Super League dan Pegadaian Championship.

Berbeda dari edisi 2025 yang berlabel turnamen pramusim, ajang Piala Presiden tahun depan ditujukan untuk level amatir dengan melibatkan klub-klub Liga 3 dan 4.

Erick Thohir menjelaskan, nantinya ada total 64 tim yang berpartisipasi. Keputusan tersebut merupakan hasil kesepakatan dari rapat anggota komite eksekutif dan bagian dari upaya membangun strata kompetisi dari daerah.

"Dengan statuta yang baru, kita ingin menggelontorkan kompetisi perserikatan atau amatir dan Alhamudilillah sudah mulai berjalan di beberapa kota," jelas Erick Thohir dalam konferensi pers di SUGBK, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (16/9/2025).

"Memang di rapat Exco kita sudah putuskan bahwa nanti ada Piala Presiden yang mengumpulkan hampir 64 klub perwakilan daerah yang bertanding," tambahnya.


Digelar Bulan April dan Mei 2026

Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2024, Maruarar Sirait (kanan) berbincang dengan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir sebelum dimulainya laga final Piala Presiden 2024 antara Borneo FC menghadapi Arema FC di Stadion Manahan, Solo, Minggu (4/8/2024). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Adapun Piala Presiden 2026 diagendakan berlangsung pada April dan Mei mendatang. Secara rinci, 64 tim yang belaga merupakan mereka yang menyandang predikat juara di tingkat kota dan provinsi

"Itu (Piala Presiden 2026) digelar bulan April dan Mei. Memang kita fokuskan klub-klub yang juara di kota dan provinsi, jadi tidak melibatkan liga 1 dan 2," jelas Erick lagi.

"Ini bagian dari strata kompetisi yang kita mau bentuk. Jadi ada yang profesional, tetapi juga perserikatan kita bina dari bawah supaya benar-benar natni grassroot itu terbangun dari bawah," tambahnya.


Daerah Jadi Ujung Tombak

Trofi Piala Presiden 2024 ditampilkan saat pertunjukan tari kolosal dalam rangkaian acara penutupan Piala Presiden 2024 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (4/8/2024). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Dengan pelaksanaan Piala Presiden 2026 yang difokuskan bagi tim-tim Liga 3 dan 4, Erick Thohir menyebut, ujung tombak pembangunan sepak bola selanjutnya ada di tangan PSSI Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Pasalnya sebelum ini, PSSI pusat yang menjadi pendorong pembangunan untuk tim nasional, Liga 1, dan Liga 2.

"Dua tahun terakhir, kita membangun tim nasional Liga 1, Liga 2, dengan kita ujung tombaknya PSSI. Tetapi dengan statuta yang baru, ujung tombak dari pembangunan sepak bola Indonesia ke depan itu dari daerah," ujar Erick.

"Makanya PSSI berubah nama jadi PSSI Provinsi, PSSI Kota, PSSI Kabupaten. Ini yang kita harapkan grassroot terbentuk dari daerah-daerah," pungkas dia.


Peserta Piala Presiden Edisi Sebelumnya

Sebagai informasi, Piala Presiden dalam beberapa tahun terakhir sering mengalami perubahan dari segi peserta.

Meski sama-sama berlabel pramusim, tim-tim yang bersaing di Piala Presiden 2024 berbeda edngan edisi 2025.

Tahun lalu, Piala Presiden diikuti 8 klub Liga 1. Sementara itu di gelaran Piala Presiden 2025, hanya ada 6 klub yang berpartisipasi, dengan dua di antaranya adalah tim luar negeri: Oxford United (Inggris) dan Port FC (Thailand).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya