MedcoEnergi Akuisisi 45% Hak Partisipasi dan Operator di PSC Sakakemang

Akuisisi ini menyusul ekspansi PSC Corridor yang baru diselesaikan MedcoEnergi, serta penetapan Medco sebagai pemenang lelang PSC eksplorasi Amanah di Sumatra Selatan.

oleh NurmayantiDiterbitkan 16 September 2025, 16:29 WIB
PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) terus melakukan inisiatif pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK).

Liputan6.com, Jakarta PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) mengumumkan kesepakatan untuk mengakuisisi 45% hak partisipasi sekaligus sebagai operator pada PSC Sakakemang serta 80% hak partisipasi sekaligus sebagai operator pada South Sakakemang di Sumatra Selatan. Kesepakatan ini akan efektif setelah mendapat persetujuan Pemerintah Indonesia.

PSC Sakakemang telah memperoleh persetujuan Rencana Pengembangan (Plan of Development) dari Pemerintah Indonesia dan berbatasan langsung dengan PSC Corridor yang dioperasikan Perseroan.

Roberto Lorato, Chief Executive Officer MedcoEnergi, menyatakan, akuisisi senilai total sekitar AS$ 90juta ini memperkuat posisi strategis Perseroan di Sumatra Selatan serta peran pada rantai nilai gasterintegrasi di Jawa.

"Portofolio cadangan hidrokarbon dan kepemilikan atas infrastruktur strategis memberikan akses pada aset dengan profil arus kas jangka panjang yang kuat, serta memperkuat peran MedcoEnergi dalam mendukung kebutuhan energi Indonesia," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (16/9/2025).

Akuisisi ini menyusul ekspansi PSC Corridor yang baru diselesaikan Perseroan, serta penetapan Medco sebagai pemenang lelang PSC eksplorasi Amanah di Sumatra Selatan. Ekspansi ini juga sejalan dengan program Pemerintah Indonesia untuk memastikan ketahanan energi nasional.

Selain itu, melalui serangkaian transaksi terpisah, MedcoEnergi telah menambah kepemilikan pada PT Transportasi Gas Indonesia (“TGI”), meningkatkan kepemilikan efektif Perseroan menjadi 40%.

TGI menyalurkan gas bumi dari PSC Corridor yang dioperasikan Perseroan serta pemasok lain di kawasan Sumatra Selatan–Jambi melalui jaringan pipa kepada pembeli di Riau, Batam, dan Singapura.

Konsolidasi portofolio Perseroan ini selaras dengan strategi Perseroan untuk mengakuisisi aset dengan potensi pertumbuhan yang signifikan, didukung infrastruktur yang telah tersedia, serta akses pasar yang kuat dalam kerangka regulasi yang dipahami dengan baik.

 

Medco Energi Kantongi Perpanjangan Masa Produksi Lapangan Minyak di Thailand

PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) terus melakukan inisiatif pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK).

PT Medco Energi Internasional Tbk melalui anak perusahaannya Medco Energi Thailand (Bualuang) Limited dan Medco Energi Thailand (E&P) Limited, telah menerima persetujuan dari Pemerintah Thailand atas perpanjangan masa produksi Lapangan Minyak Bualuang (Blok B8/38) di Teluk Thailand.

Rencana pengembangan jangka panjang Perseroan diarahkan untuk meningkatkan produksi Bualuang dan memaksimalkan nilai aset melalui investasi pada debottlenecking, workover, pengeboran sumur pengembangan, serta eksplorasi di sekitar wilayah kerja.

Direktur Utama MedcoEnergi Roberto Lorato mengatakan, masa produksi ini diperpanjang hingga 23 Oktober 2035 guna mendukung keberlanjutan operasi serta memperkuat komitmen perseroan di kawasan tersebut.

"Kami menyambut baik perpanjangan ini, yang menegaskan komitmen MedcoEnergi terhadap keunggulan operasional dan pengembangan berkelanjutan di Thailand, sekaligus memperkuat nilai investasi kami," ujarnya, Kamis (21/8/2025).

General Manager Medco Energi Thailand, Anastasia Mustika turut mengapresiasi Pemerintah Thailand, khususnya Department of Mineral Fuels dan pemangku kepentingan bersangkutan atas dukungannya dalam perpanjangan ini.

"Keberhasilan ini semakin menegaskan komitmen jangka panjang perseroan terhadap produksi energi yang bertanggung jawab," kata dia.

 

Produksi Perdana Migas Terubuk WHP-M

Sebelumnya, Medco E&P Natuna Ltd mengumumkan produksi perdana minyak dan gas bumi (Migas) dari Proyek Terubuk Well Head Platform (WHP) M di South Natuna Sea Block B. Itu dimulai pada 25 Juli 2025, lebih cepat tiga bulan dari target awal.

Proyek ini menambah kapasitas produksi Terubuk menjadi 6.600 bopd minyak dan 60 mmscfd gas. Sebagai bagian dari upaya SKK Migas dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) terkait dalam memenuhi target nasional.

Deputi Eksploitasi SKK Migas Taufan Marhaendrajana menyampaikan apresiasinya terhadap produksi perdana proyek Terubuk WPH-M. Lantaran seluruh tahapan proyek, mulai dari perancangan hingga pelaksanaan dikerjakan 100 persen oleh talenta Indonesia.

"Keberhasilan Proyek Terubuk WHP-M menunjukkan bahwa industri hulu migas Indonesia mampu menghadirkan proyek kelas dunia secara cepat, aman, dan efisien hasil karya 100 persen SDM Indonesia. Ini hasil nyata dari kolaborasi strategis antara pemerintah dan dunia usaha," ungkapnya beberapa waktu lalu.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya