Diisukan jadi Calon Kapolri, Komjen Suyudi: Isu itu Tidak Benar

Komjen Pol Suyudi menepis isu yang menyebut dirinya dijagokan sebagai calon Kapolri pengganti Jenderal Listyo Sigit.

oleh Tim NewsDiperbarui 15 September 2025, 14:20 WIB
Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Suyudi Ario Seto, resmi menyandang pangkat Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) pada Upacara Korps Raport di Rupattama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (12/9) (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto membantah namanya masuk dalam radar calon kapolri pengganti Jenderal Listyo Sigit. Dia mengaku sedang fokus bertugas di lembaga antinarkotika.

“Saya sedang fokus melaksanakan tugas di BNN RI. Tolong dukung saya. Jadi, sekali lagi, saya sampaikan bahwa itu tidak benar,” kata Suyudi saat pertemuan media di Kantor BNN RI, Jakarta, Senin.

Suyudi menegaskan, isu mengenai dikirimnya surat presiden ke DPR untuk pengganti Kapolri Jenderal Polisi Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo tidak benar.

“Terkait masalah isu yang beredar belakangan ini, ya, saya sampaikan dalam kesempatan ini bahwa isu tersebut tidak benar,” ucapnya.

Suyudi Ario Seto belum lama ini dilantik menjadi Kepala BNN RI oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/8). Kemudian, pada Jumat (12/9), Suyudi yang sebelumnya berpangkat inspektur jenderal resmi naik menjadi komisaris jenderal.

DPR Bantah Surpres Pergantian Kapolri

Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad membantah kabar adanya surat dari Presiden Prabowo Subianto terkait pergantian Kapolri yang dikirimkan ke DPR.

Dasco menegaskan pimpinan DPR belum menerima surat apa pun terkait hal tersebut hingga Jumat (12/9) malam.

"Pimpinan DPR belum terima surat Presiden mengenai pergantian Kapolri," ujar Dasco dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (13/9).

Senada, anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil menegaskan pihaknya belum menerima kabar resmi terkait adanya surat presiden (surpres) mengenai pergantian Kapolri.

"Iya, kami kan belum tahu kebenarannya, kami sendiri belum dapat kabar terkait adanya supres ke DPR dalam hal pergantian Kapolri. Kalau pun ada, ya, pasti memang itu sudah kewenangan Presiden," ujar Nasir.

Di samping itu, Nasir juga menyoroti kabar yang beredar di publik soal sejumlah nama yang disebut-sebut bakal menggantikan posisi Jenderal Sigit.

"Begitu juga nama-nama yang menyebar, katanya ada inisial D, ada inisial S. Kami nggak mengerti juga itu siapa kan. Apakah memang itu Wakapolri sekarang? Atau S itu Suyudi, Kepala BNN sekarang? Kami nggak ngerti," ucapnya.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi turut membantah kabar Presiden Prabowo telah mengirimkan surpres pergantian Kapolri kepada DPR RI.

"Berkenaan dengan surpres pergantian Kapolri ke DPR itu tidak benar. Jadi, belum ada surpres yang dikirim ke DPR mengenai pergantian Kapolri, sebagaimana juga sudah disampaikan oleh pimpinan DPR bahwa memang belum ada, atau tidak ada surpres tersebut," kata Prasetyo Hadi di Jakarta, Sabtu (13/9).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya