Kebun Binatang China Cegah Simpanse Nonton Video Pendek karena Alasan Kesehatan

Apa pengaruh utama menonton video pendek terhadap simpanse?

oleh Indra Cahya VanleonDiterbitkan 15 September 2025, 20:30 WIB
Ilustrasi simpanse (pixabay.com)

Liputan6.com, Beijing - Larangan Aneh, Kebun Binatang China Cegah Simpanse Nonton Video Pendek karena Alasan Kesehatan

Sebuah kebun binatang di China timur bikin heboh warganet setelah melarang pengunjung memperlihatkan video pendek kepada seekor simpanse. Alasannya, kebiasaan itu dikhawatirkan bisa merusak penglihatannya, dilansir dari SCMP, Senin (15/9/2025).

Simpanse bernama Ding Ding berusia dua tahun di Shanghai Wildlife Park ini sudah mencuri perhatian publik dengan tingkahnya yang mirip bayi manusia.

Video yang beredar memperlihatkan Ding Ding duduk bersila sambil minum susu, bersembunyi malu di pelukan penjaganya, hingga mencuri bunga teratai dan memakan kelopaknya satu per satu.

Warganet sampai menjulukinya "pencuri bunga", sambil bercanda bahwa penjaganya jangan sampai menghukum "anak kecil".

 

 

Doyan Video Pendek

Download Short YouTube Gratis (Gemini)

Belakangan, unggahan di media sosial menyebut Ding Ding jadi gemar menonton video pendek. Dalam salah satu klip, terlihat seorang wanita menempelkan ponselnya ke kaca kandang sambil memutar musik, sementara Ding Ding menatap layar serius sambil menggaruk wajahnya.

Seorang pengunjung lain menyebut, simpanse itu tampak tertarik dengan video lucu dan drama pendek. Menurutnya, suara dan visual di layar mungkin terasa lebih merangsang bagi hewan.

Namun pada September lalu, pihak kebun binatang memasang pengumuman larangan di depan kandang Ding Ding. Tanda itu menampilkan gambar sketsa simpanse dan ponsel dengan tulisan besar "No" di atasnya.

Petugas memperingatkan, terlalu banyak menatap layar bisa merusak penglihatan dan memicu stres pada simpanse.

"Jika simpanse tidak bisa melihat dengan jelas dan tidak bisa berinteraksi dengan manusia, ia bisa cemas dan kesehatannya terganggu," ujar salah satu pekerja kebun binatang.

Penjaga juga menambahkan tidak ada sanksi bagi pengunjung yang melanggar, namun menegaskan bahwa Ding Ding jelas tidak mungkin memakai kacamata.

Ramai Diperbincangkan

Ilustrasi Berbincang dengan Orangtua Credit: pexels.com/pixabay

Larangan itu langsung viral di media sosial China, dengan berbagai video terkait ditonton lebih dari 10 juta kali.

"Tolong hormati cara hidup alami hewan," tulis seorang warganet.

Pengguna lain menyarankan agar Ding Ding diberi lebih banyak mainan. Sementara yang lain mengatakan kalau simpanse tersebut juga harus diperhatikan agar tidak kecanduan. 

"Anak saya kecanduan video di ponsel sama seperti Ding Ding, mungkin kebun binatang juga harus mengurusnya," tulis warganet.

Kisah primata yang meniru perilaku manusia memang kerap menyentuh hati publik. Di Provinsi Anhui, seekor monyet jantan jenis capuchin bernama Dazhuang populer karena wajah kotaknya dan ekspresi kocak.

Menurut penjaga, Dazhuang termasuk sedikit monyet yang bisa menggunakan alat, bahkan sering memecah kenari dengan batu.

Sayangnya, monyet berusia 12 tahun itu tiba-tiba meninggal pada Mei lalu. Para pengunjung yang berduka bahkan datang membawa pisang dan kenari sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya