PM Qatar Desak Dunia Menghukum Israel

Qatar memainkan peran penting dalam mediasi perang Israel-Hamas, bersama dengan AS dan Mesir.

oleh Khairisa FeridaDiperbarui 15 September 2025, 09:24 WIB
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani. (AP Photo/Nicolas Garriga)

Liputan6.com, Doha - Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani pada Minggu (14/9/2025) menyerukan komunitas internasional untuk berhenti menggunakan standar ganda dan menghukum Israel atas apa yang dia sebut sebagai kejahatan.

Dia berbicara dalam pertemuan persiapan menjelang KTT darurat para pemimpin Arab dan Islam yang diselenggarakan Qatar, setelah Israel melancarkan serangan udara yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap para pemimpin Hamas di Doha.

"Waktunya telah tiba bagi komunitas internasional untuk berhenti menggunakan standar ganda dan menghukum Israel atas semua kejahatan yang telah dilakukannya. Israel harus menyadari bahwa perang pemusnahan yang terus menimpa rakyat Palestina yang merupakan saudara kita—perang yang bertujuan mengusir mereka dari tanah mereka—tidak akan berhasil," kata perdana menteri Qatar seperti dilansir CNA.

Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed al-Ansari, pertemuan para pemimpin Arab dan Islam pada Senin (15/9) akan membahas draf resolusi mengenai serangan Israel terhadap Qatar pada 9 September. Israel menyatakan bahwa serangan itu ditujukan kepada pimpinan Hamas.

 

Harapan Hamas

Asap membumbung dari sebuah ledakan, yang diduga akibat serangan Israel, di Doha, Qatar, pada Selasa, (9/9/2025). (Dok. UGC via AP)

Di antara para pemimpin yang hadir di KTT Qatar adalah Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Perdana Menteri Irak Mohammed Shia al-Sudani. Presiden Palestina Mahmoud Abbas tiba di Doha pada Minggu, sehari sebelum KTT.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga diperkirakan hadir. Belum jelas apakah Putra Mahkota Mohammed bin Salman, penguasa de facto Arab Saudi, akan hadir. Awal pekan ini dia mengunjungi Qatar sebagai bentuk solidaritas bertetangga.

Anggota biro politik Hamas, Bassem Naim, mengatakan bahwa gerakan militannya berharap KTT di Qatar dapat menghasilkan sikap Arab-Islam yang tegas dan bersatu serta langkah-langkah yang jelas dan spesifik terhadap Israel dan perang yang berlangsung.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya