Kalah dari City, Sosok Ini Kembali Jadi Sorotan Manchester United sebagai Calon Pengganti Amorim

Performa Ruben Amorim di Manchester United memang belum menunjukkan banyak hal, dan sistemnya saat ini tak mampu memaksimalkan potensi beberapa pemain berbakat

oleh Achmad Yani YustiawanDiterbitkan 16 September 2025, 07:00 WIB
Ekspresi kecewa pelatih Manchester United, Ruben Amorim dengan memegang kepalanya saat laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 melawan West Ham di Old Trafford, Manchester, Inggris, Minggu (11/05/2025) waktu setempat. (AFP/Oli Scarff)

Liputan6.com, Jakarta - Manchester United kalah telak 0-3 saat bertemu tim rival sekota, Manchester City, pada laga lanjutan Liga Inggris 2025/2026 di Etihad Stadium, Minggu (14/9/2025). Hasil ini membuat MU hanya mampu mengumpulkan empat poin dari empat pertandingan awal.

Kekalahan ini juga membuat manajer MU, Ruben Amorim, sedang berada di bawah tekanan berat, dan mungkin sudah saatnya melakukan perubahan. Kabarnya, nama Unai Emery, kini muncul menjadi target utama mereka, dan seharusnya melakukan segala hal untuk bisa mendatangkannya ke klub.

Sudah hampir setahun sejak Amorim tiba di Old Trafford untuk menggantikan Erik ten Hag, tetapi masih belum terlihat perkembangan nyata di bawah manajer asal Portugal tersebut. Dia telah menerapkan sistem tiga bek baru, tapi tidak menunjukkan tanda-tanda akan berubah meskipun hasil yang kurang memuaskan dan performanya yang buruk.

Saat MU kalah telak di kandang Manchester City, tim asuhan Pep Guardiola hampir tidak perlu mengeluarkan tenaga ekstra untuk mengamankan tiga poin. Alhasil, Setan Merah mengakhiri akhir pekan di posisi ke-14 klasemen Liga Premier.

Menurut laporan, MU telah menjadikan Emery sebagai target setelah beredar kabar ada keresahan di Villa Park setelah awal musim yang mengecewakan. Dan sekarang bisa menjadi kesempatan ideal bagi United untuk merekrut manajer asal Spanyol tersebut.


Tak Mampu Maksimalkan Pemain Berbakat

Pelatih Manchester United asal Portugal, Ruben Amorim (kanan), menyaksikan penyerang Manchester United asal Belanda #11, Joshua Zirkzee (kiri), meninggalkan lapangan setelah digantikan oleh gelandang Manchester United asal Inggris #37, Kobbie Mainoo, selama pertandingan Liga Primer Inggris antara Manchester United dan Newcastle United di Old Trafford di Manchester, Inggris barat laut, Selasa dini hari WIB (31-12-2024). (Darren Staples/AFP)

Performa Amorim memang belum menunjukkan banyak hal dalam hampir setahun. Sistemnya saat ini belum memaksimalkan potensi beberapa pemain berbakat, dan mungkin sudah saatnya untuk perubahan.

Pemain-pemain seperti Luke Shaw dan Manuel Ugarte memang mengecewakan Amorim musim ini, tetapi sang pelatih United kerap memainkan mereka di starting XI. Kegigihannya untuk tidak melakukan perubahan bisa merugikannya.


Banyak Raih Kesuksesan di Liga Inggris

Unai Emery ditunjuk menjadi pelatih Aston Villa pada 1 November 2022 menggantikan Steven Gerrard saat The Villans berada di posisi ke-17 dari 20 tim di Liga Inggris 2022/2023. Kini, hingga pekan ke-33 Aston Villa melesat ke posisi ke-5 mengungguli Chelsea, Tottenham Hotspur dan Liverpool. (AFP/Geoff Caddick)

Emery sendiri telah menunjukkan bahwa ia lebih adaptif daripada Amorim, dan ia telah meraih banyak kesuksesan di level Liga Inggris, dan mengubah Villa dari tim yang bersaing di papan bawah klasemen menjadi tim yang lolos ke Liga Champions.

Seperti diketahui, Emery bergabung dengan Aston Villa pada Oktober 2022 setelah Steven Gerrard didepak. Saat itu, Villa berada di ambang degradasi, namun Emery berhasil membalikkan keadaan dengan cepat.


Performa Emery Jadi Sorotan Manchester United

Reaksi kecewa pelatih Aston Villa, Unai Emery saat menghadapi Tottenham Hotspur pada laga pekan ke-28 Premier League 2023/2024 di Villa Park, Birmingham, Minggu (10/3/2024). (AFP/Darren Staples)

Ia mengangkat tim hingga finis ketujuh di musim pertamanya, lalu membawa mereka lolos ke Liga Champions pada musim berikutnya.

Meskipun gagal mempertahankan tiket ke Liga Champions secara beruntun, Emery tetap memberi prestasi stabil. Musim lalu, Villa menutup kompetisi di posisi keenam dan mengamankan tiket ke Liga Europa. Capaian ini membuat namanya semakin disorot, termasuk oleh Manchester United yang tengah mencari arah baru.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya