Legenda Man City dan MU Berduka atas Kepergian Ricky Hatton

Mantan petinju legendaris Inggris, Ricky Hatton, meninggal dunia pada usia 46 tahun. Kabar duka ini mengguncang dunia olahraga, terutama di Manchester, tempat Hatton ditemukan tak bernyawa di rumahnya pada Minggu (14/9) pagi waktu setempat.

oleh Ari Rachman PrayogaDiperbarui 14 September 2025, 23:58 WIB
Penghormatan di laga Derby Manchester City vs Manchester United untuk eks petinju Inggris, Ricky Hatton yang meninggal dunia, Minggu (14/9/2025). (AP Photo/Dave Thompson)

Liputan6.com, Jakarta Mantan petinju legendaris Inggris, Ricky Hatton, meninggal dunia pada usia 46 tahun. Kabar duka ini mengguncang dunia olahraga, terutama di Manchester, tempat Hatton ditemukan tak bernyawa di rumahnya pada Minggu (14/9) pagi waktu setempat.

Hatton, yang dijuluki “The Hitman”, merupakan salah satu ikon tinju Inggris dengan catatan impresif: 45 kemenangan dari 48 pertarungan profesional. Ia sempat naik ring melawan dua nama terbesar dalam sejarah tinju, Floyd Mayweather Jr. dan Manny Pacquiao. Gaya bertarungnya yang penuh agresi dan pantang menyerah membuatnya digemari jutaan penggemar.

Tak hanya di ring, Hatton juga dikenal sebagai sosok sederhana dan dekat dengan masyarakat. Ia merupakan fans berat Manchester City, klub yang kerap ia dukung langsung dari tribun Etihad.


Micah Richards Terpukul

Micah Richards. Eks bek kanan Manchester City ini kini bekerja sebagai komentator dan pundit di jaringan televisi Sky Sports dan BBC Sport tak lama setelah memutuskan pensiun bersama Aston Villa pada Juli 2019. Di samping tampil di studio, ia juga kerap menyiarkan langsung dan memberikan sejumlah pertanyaan dari lapangan saat sebelum maupun sesudah pertandingan. (AFP/Pool/Shaun Botterill)

Eks pemain City sekaligus pundit, Micah Richards, tak kuasa menahan emosi saat berbicara tentang Hatton.

“Berita ini sangat menghancurkan. Saya benar-benar terkejut karena dia adalah ikon — bukan hanya di tinju, tapi di dunia olahraga Inggris. Dia juga penggemar sejati Man City dan yang terpenting, dia pria yang luar biasa baik,” ucap Richards dengan suara bergetar.

Richards menambahkan, “Hatton adalah sosok yang mendalam, banyak berpikir, dan selalu rendah hati. Sulit dipercaya ia pergi secepat ini. Kehadirannya selalu dirindukan di stadion. Hari ini seharusnya ia ada di sini merayakan, tapi malah kita mendengar kabar duka.”


Roy Keane: Dia Pejuang Sejati

Tokoh lainnya adalah Roy Keane. Menurutnya, Liga Super Eropa hanya bergantung kepada uang dan keserakahan dan berharap FIFA dapat menghentikannya. (AFP/Nick Potts/Pool)

Tribut juga datang dari legenda Manchester United, Roy Keane, yang menyebut Hatton sebagai “warrior”.

“Dia petarung sejati, dan itulah yang membuat fans begitu mencintainya. Dunia tinju itu keras, tapi Hatton selalu memberikan segalanya. Bahkan saat bertanding di Amerika, ribuan fans Inggris rela terbang hanya untuk mendukungnya,” ungkap Keane.

“Ini sungguh kabar yang mengejutkan,” tambahnya.


Polisi Pastikan Tidak Ada Unsur Pidana

Mantan petinju Inggris, Ricky Hatton diduga telah menganiaya pria di bar (sportsgalleries.com)

Kepolisian Manchester Raya (GMP) memastikan tidak ada indikasi mencurigakan terkait kematian Hatton. Dalam pernyataan resmi, mereka menyebut telah menerima laporan dari warga pada pukul 06.45 pagi dan menemukan jasad seorang pria berusia 46 tahun di Hyde, Tameside.

“Tidak ditemukan keadaan yang mencurigakan dalam kematian ini,” tulis GMP dalam keterangannya.

Ricky Hatton bukan hanya juara dunia empat kali yang pernah dianugerahi gelar MBE (Member of the Order of the British Empire), tapi juga sosok yang dicintai masyarakat luas. Bagi banyak orang, ia bukan sekadar petinju, melainkan lambang keberanian, kegigihan, dan kehangatan seorang manusia biasa yang mampu menginspirasi.

Sumber: Sky Sports


Klasemen Premier League 2025/2026

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya