Liputan6.com, Jakarta - Coinbase menuding otoritas bursa Amerika Serikat (AS) SEC di bawah Gary Gensler menghancurkan dokumen penting soal kripto. Skandal ini memicu sorotan publik dan pendukung XRP.
Dikutip dari coinmarketcap, Minggu (14/9/2025), Chief Legal Officer Coinbase Paul Grewal, menyoroti skandal baru yang melibatkan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) di bawah kepemimpinan mantan Ketua Gary Gensler.
Advertisement
Ia menuding SEC telah menghancurkan dokumen penting, bahkan Inspektur Jenderal SEC sendiri disebut sudah mengonfirmasi adanya pelanggaran tersebut.
Coinbase, melalui firma History Associates, kini meminta pengadilan federal turun tangan agar SEC tidak lagi mengulangi apa yang disebut sebagai “pelanggaran serius terhadap kepercayaan publik.”
Pesan Teks Pejabat SEC Hilang
Menurut temuan Inspektur Jenderal, pesan teks pejabat SEC dari Oktober 2022 hingga September 2023 ikut dimusnahkan, padahal sudah ada permintaan informasi yang mencakup semua komunikasi terkait regulasi kripto.
Dokumen itu juga menyebut pesan-pesan Gary Gensler selama hampir setahun hilang pada September 2023—tepat setelah adanya permintaan informasi publik (FOIA) namun sebelum litigasi dimulai. Pesan dari lebih dari 20 pejabat tinggi SEC lain juga diduga hilang, dengan risiko lebih banyak catatan akan segera dihapus.
Coinbase Desak Tindakan Cepat
Coinbase meminta pengadilan mempercepat investigasi, menjatuhkan sanksi, dan merilis pesan teks yang tersisa. Grewal menegaskan, SEC selama ini menerapkan standar ganda—ketat terhadap perusahaan swasta, tetapi longgar pada perilakunya sendiri.
History Associates juga menuduh SEC sudah mengetahui masalah penyimpanan catatan selama dua tahun namun menutupinya sepanjang 14 bulan proses hukum. Hal ini disebut sebagai pelanggaran sistemik yang dapat merusak transparansi publik terkait kebijakan kripto.
Reaksi Pendukung XRP
Kabar ini memicu kegembiraan di kalangan komunitas XRP. Mereka merasa temuan ini membenarkan kecurigaan lama soal sikap hipokrit Gensler. Bahkan, ada yang menyerukan agar Gensler dituntut secara pidana atau dipenjara.
Banyak komentar menekankan pentingnya transparansi, menegaskan bahwa pejabat publik seharusnya tunduk pada standar yang sama dengan perusahaan swasta.
Skandal ini dikhawatirkan bisa semakin mengikis kepercayaan publik terhadap salah satu regulator keuangan paling berpengaruh di Amerika Serikat.