Liputan6.com, Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) tengah mempersiapkan pemisahan unit bisnis infrastruktur fiber optik menjadi entitas baru, PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF) , dengan nilai aset mencapai Rp 150 triliun.
Proses spin-off ini disebut akan dilakukan secara bertahap dan diharapkan dapat mencapai tahap pertama pada akhir 2025, setelah mendapat persetujuan pemegang saham.
Advertisement
Wakil Direktur Utama Telkom, Muhammad Awaluddin, menjelaskan bahwa langkah persiapan telah dilakukan melalui penguatan identitas komersial dan pemisahan bisnis fiber optik dari Telkom induk.
“Saat ini secara bertahap Telkom itu sedang melakukan apa yang disebut dengan penyiapan bisnis aset fiber tersendiri melalui anak usaha infraco atau infranexia dan seperti diketahui bahwa kita sudah melakukan beberapa penguatan data termasuk identitas komersial dari infraco atau PT TIF ini,” ujar Awaluddin dalam konferensi pers, Pubex Live 2025, diktuip Sabtu (13/9/2025).
Ia menegaskan proses persiapan tidak hanya mencakup aspek pemisahan bisnis semata, tetapi juga pengamanan finansial, penataan tata kelola perusahaan, dan penguatan posisi spin-off agar dapat menarik perhatian investor jangka panjang.
Potensi Besar
Menurutnya, jaringan fiber milik Telkom saat ini baru dimanfaatkan sekitar 40 persen, sedangkan potensi pasar untuk jaringan tersebut terus bertumbuh signifikan. Awaluddin juga memaparkan sebagian besar aset infrastruktur Telkom akan dipindahkan ke Telkom InfraCo pada tahap awal spin-off.
“Sampai dengan akhir 2025 nanti kita akan melakukan proses tahap pertama dari spin offnya sendiri. Kemudian tentu saja itu setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham ya dan kemudian dari tahap pertama ini nanti boleh dikatakan nanti 50% dari aset infrastruktur Telkom berdasarkan book value termasuk akses, aggregation, backbone, aset pendukung lain sudah berpindah ke infranexia atau ke Telkom InfraCo,” pungkasnya.