Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan, selain isu dugaan pencemaran cesium-137 (CS-137) pada produk udang ekspor, pemerintah juga menemukan adanya 14 kontainer scrap asal Filipina yang terdeteksi mengandung radiasi berbahaya.
“Kita ini, Indonesia ini sebetulnya menjadi korban. Korban karena di saat bersamaan pemerintah kita menemukan ada 14 kontainer yang berasal dari Filipina terdeteksi paparan CS 137,” kata Zulkifli Hasan dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri perihal Penanganan Kerawanan Bahaya Radiasi Radionuklida CS-137, di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Jumat (11/9/2025).
Advertisement
Pria yang akrab disapa Zulhas ini menjelaskan, kontainer tersebut berisi serbuk logam (scrap metal powder) yang tidak memiliki izin impor resmi dari Kementerian Perdagangan. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa pencemaran radiasi tidak sepenuhnya berasal dari dalam negeri.
Pemerintah menegaskan, kontainer tersebut akan segera direekspor ke negara asal. Langkah ini diambil demi mencegah meluasnya risiko paparan radiasi dan menjaga keselamatan lingkungan serta masyarakat.
“Jadi segera akan direkspor dikirim kembali. Jadi kita ini juga sekarang mulai kita lihat regulasi kita, kita perketat terutama untuk barang-barang yang tadi yang barang-barang yang mengandung limbah utamanya scrap akan diperketat,” ujarnya.
Bentuk Satgas Khusus
Pemerintah Indonesia bergerak cepat merespons isu dugaan pencemaran radionuklida cesium-137 (CS-137) pada produk udang beku yang diekspor ke Amerika Serikat.
Zulhas menyatakan, rapat koordinasi tingkat menteri telah dilakukan dua kali untuk membahas persoalan ini. Hasilnya, pemerintah resmi membentuk satuan tugas (satgas) khusus bersama instansi terkait.
Menurut Zulkifli, satgas ini akan bekerja melakukan investigasi menyeluruh terkait persoalan dugaan pencemaran pada ekspor udang beku dari Cikande, Banten.
“Kami baru selesai dan sudah dibentuk satgas Untuk penanganan ini dari Menkopangan dan instansi terkait Ini sudah rapat yang kedua kali, dan itu pertama pemerintah kita menaruh perhatian penuh atas persoalan dugaan pencemaran pada espor udang beku dari Cikande, Banten,” ujarnya.
Industri Udang Jadi Prioritas Perlindungan
Zulhas menegaskan, industri udang merupakan aset strategis nasional yang menyerap ratusan ribu tenaga kerja. Sektor ini juga memberikan kontribusi signifikan terhadap devisa negara melalui ekspor.
Oleh karena itu, pemerintah menempatkan perlindungan terhadap nelayan, pekerja, dan pelaku usaha sebagai prioritas utama.
“Sebagaimana diketahui Industri udang adalah aset kebanggaan nasional kita yang menyerap ratusan ribu tenaga kerja berkontribusi besar terhadap ekspor Indonesia, tentu pemerintah sangat berkomitmen melindungi nelayan, pekerja, dan pelaku usaha terhadap dampak isu ini,” pungkasnya.