Eks Gelandang Yakin Inter Bisa Bungkam Juventus di Turin

Pertemuan Juventus kontra Inter Milan di Serie A akhir pekan ini kembali menyedot perhatian. Derby d'Italia, laga klasik yang kerap menghadirkan tensi tinggi, akan berlangsung di Allianz Stadium, Turin.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 12 September 2025, 09:36 WIB
Pemain Inter Milan merayakan gol yang dicetak oleh Alessandro Bastoni ke gawang Torino pada laga pekan perdana liga Italia di Stadion Giuseppe Meazza, Selasa (26/8/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Luca Bruno)

Liputan6.com, Jakarta Pertemuan Juventus kontra Inter Milan di Serie A akhir pekan ini kembali menyedot perhatian. Derby d'Italia, laga klasik yang kerap menghadirkan tensi tinggi, akan berlangsung di Allianz Stadium, Turin.

Bagi Inter, duel ini datang di momen yang tricky. Usai menghancurkan Torino dengan skor 5-0, pasukan Cristian Chivu justru terpeleset di kandang sendiri saat takluk 1-2 dari Udinese. Tekanan mulai terasa bagi pelatih anyar itu, dan tidak ada obat yang lebih mujarab selain menumbangkan rival langsung di jalur gelar di markasnya.

Namun, catatan historis tidak sepenuhnya berpihak pada Nerazzurri. Dalam satu dekade terakhir, mereka hanya dua kali menang di kandang Juventus di ajang Serie A. Meski begitu, optimisme tetap mengiringi Inter, termasuk dari sosok eks gelandang mereka, Radja Nainggolan.


Prediksi Nainggolan: Inter Tetap yang Terkuat

Pemain Inter Milan, Marcus Thuram (kiri), merayakan gol keempat timnya bersama Lautaro Martinez dalam laga Serie A Italia melawan Torino di Stadion San Siro, Milan, Selasa (26 Agustus 2025). (AP Photo/Luca Bruno)

Radja Nainggolan, yang pernah berseragam Inter, memberikan pandangan lugasnya soal laga ini. Lewat kanal YouTube Fantalab, ia percaya penuh Nerazzurri mampu meraih kemenangan.

“Inter akan menang. Bagi saya, mereka tetap tim terkuat di Serie A,” ujar Nainggolan. “Inzaghi memiliki skuad terbaik di Italia dalam empat tahun terakhir dan hanya memenangkan satu Scudetto. Menurut saya, itu terlalu sedikit. Nerazzurri jauh lebih superior dibanding yang lain.”

Keyakinan Nainggolan bukan tanpa dasar. Ia menilai materi pemain Inter lebih komplet dibanding Juventus maupun pesaing lainnya. Dengan kualitas itu, kekalahan dari Udinese dianggapnya hanya sebagai momen inkonsistensi, bukan penanda kelemahan mendasar.


Ujian bagi Chivu

Pelatih Inter Milan, Christian Chivu, memberikan acungan jempol kepada para pemainnya dalam laga Serie A melawan Torino di Stadion San Siro, Milan, Italia, Selasa (26 Agustus 2025). (AP Photo/Luca Bruno)

Derby d'Italia ini juga akan jadi ujian besar bagi Cristian Chivu. Baru saja dipercaya menggantikan Simone Inzaghi, pelatih asal Rumania itu langsung menghadapi badai kritik setelah kekalahan mengejutkan dari Udinese.

Meski demikian, laga melawan Juventus bisa menjadi titik balik. Jika Inter pulang dengan tiga poin, kepercayaan diri tim akan melonjak sekaligus memberi ruang napas lebih bagi Chivu. Sebaliknya, kekalahan akan membuat atmosfer ruang ganti kian panas mengingat ekspektasi publik terhadap skuad ini begitu besar.


Kisah Lautaro Menurut Nainggolan

Penyerang Inter Milan, Lautaro Martinez menyapa para penggemar saat meninggalkan lapangan saat matchday 4 League Phase Liga Champions 2024/2025 melawan Arsenal di stadion San Siro, Milan, Rabu 6 November 2024 atau Kamis (7/11/2024) dini hari WIB. (Marco BERTORELLO/AFP)

Selain soal prediksi, Nainggolan juga menyinggung perjalanan Lautaro Martinez di Inter. Menurutnya, sejak awal kualitas bomber Argentina itu sudah terlihat, meski sempat tertahan oleh keberadaan Mauro Icardi.

“Dia tidak bermain karena Icardi ada di lapangan, tapi sudah terlihat dia sangat kuat meski di depannya ada kapten tim. Setelah itu, ada sedikit masalah sebelum pertandingan di Frankfurt, dan Icardi menolak bermain karena alasan yang bukan urusan saya,” kenang Nainggolan. “Sejak saat itu, Lautaro mulai dimainkan, dan dalam menit-menit yang diberikan pelatih, dia mencetak gol.”

Nainggolan pun menilai Lautaro lebih komplet dalam permainan kolektif dibanding Icardi. “Dia lebih baik dalam menyambungkan permainan ketimbang Icardi, yang bagaimanapun tidak ada tandingannya di dalam kotak penalti,” lanjutnya.

Sumber: Fantalab, Sempre Inter


Klasemen Serie A/Liga Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya