Korban Bencana Banjir Bali Bertambah: 16 Orang Meninggal Dunia, 1 Masih Hilang

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kamis (11/9/2025) pukul 17.00 WITA, tercatat sudah 16 orang ditemukan meninggal dunia.

oleh Nasrul FaizDiperbarui 11 September 2025, 22:06 WIB
Banjir merendam sejumlah daerah di Provinsi Bali, pada Rabu 10 September 2025. (SONNY TUMBELAKA/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Jumlah korban meninggal dunia akibat banjir yang melanda Bali pada 9-10 September kembali bertambah. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kamis (11/9/2025) pukul 17.00 WITA, tercatat sudah 16 orang ditemukan meninggal dunia.

“Pukul 17.00 WITA, telah berhasil ditemukan satu orang korban meninggal dunia. Sehingga total korban meninggal dunia berjumlah 16 orang dan 1 orang masih dilaporkan hilang.,” ungkap pihak BNPB.

Rincian korban meninggal dunia tersebar di beberapa daerah, yaitu 10 orang di Kota Denpasar, 2 orang di Kabupaten Jembrana, 3 orang di Kabupaten Gianyar, dan 1 orang di Kabupaten Badung.

Sebelumnya, Hujan deras yang mengguyur sejak Selasa 9 hingga 10 September 2025 membuat sejumlah wilayah di Pulau Dewata berubah menjadi lautan kecil, menenggelamkan jalan, merendam rumah warga.

Nabila (35), warga Jalan Pura Demak, Denpasar, tak kuasa menyembunyikan keterkejutannya. Sejak kecil ia tumbuh besar di Bali, namun baru kali ini merasakan banjir sehebat itu. 

"Seumur-umur tinggal di Bali, baru sekali ini ngerasain banjir. Datangnya tiba-tiba, kirain hujan biasa, tahu-tahu, pagi hari air sudah mulai menggenang," cerita dia kepada Liputan6.com, Kamis (11/9/2025).

Panik jelas tak bisa ia sembunyikan. Nabila mulai sibuk berselancar di media sosial, mencari tahu seberapa parah banjir melanda Denpasar. Sesekali ia juga menelepon kerabat dan tetangga, menanyakan kabar sekaligus memastikan semua dalam keadaan selamat.

"Enggak sangka keadaanya bakal separah itu," tutur dia.

 

 

Air Mulai Merambat Masuk

Tingginya intensitas hujan memicu sejumlah aliran sungai di Pulau Bali meluap, salah satunya aliran Tukad (Sungai) Badung di dekat Pasar Badung, Denpasar. (SONNY TUMBELAKA/AFP)

Sekitar pukul 07.00 WITA, air mulai merambat masuk hingga ke teras rumah Nabila. Ia mengaku masih beruntung karena banjir ak sampai menembus ruang tamu. Namun, nasib berbeda dialami para tetangganya di kawasan yang sama.

"(Air) sampai teras saja, karena bangunan lumayan tinggi, enggak kayak rumah-rumah sebelah yang kerendam sampai hampir dada," ungkapnya.

Meski rumahnya selamat dari terjangan air, Nabila tetap harus menanggung kerugian. Mobil yang biasa dipakai suaminya untuk bekerja terendam banjir. "Kena mobil saja kerendam banjir," tuturnya.

Nabila pun berharap, dari banjir ini, Pemerintah Provinsi Bali bisa belajar dari kejadian ini. "Semoga ada program ke depan yang bisa memperlancar saluran pembuangan dan  pengolahan sampah yang lebih baik," harapnya.

 

Infografis Bali Dikepung Banjir hingga Bencana Longsor. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya