Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menegaskan kebijakan pembagian dividen perseroan mempertimbangkan sejumlah faktor penting. Wakil Presiden Direktur BCA, John Kosasih, menyampaikan keputusan pembagian dividen setiap tahun bukan hanya melihat kepentingan pemegang saham, tetapi juga keseimbangan kebutuhan permodalan, penyaluran kredit, dan pengelolaan risiko.
“Secara umum dapat kami sampaikan bahwa pembagian dividen setiap tahunnya ini tentu saja mempertimbangkan berbagai aspek ya. Antara lain yaitu satu, keseimbangan atas kebutuhan aspek permodalan, penyaluran kredit dalam hal ini, dan juga kepentingan daripada para shareholder kita, serta mempertimbangkan aspek daripada manajemen risiko atau CAR kita,” ujar John dalam konferensi pers Pubex Live 2025, Kamis (11/9/2025).
Advertisement
Ia menekankan secara historis, dividen BCA selalu menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Menurutnya, pembagian dividen di BCA juga dilakukan secara interim sehingga memberikan manfaat lebih bagi investor.
“Di BCA sendiri pembagian dividen itu ada pembagian dividen secara interim. Jadi cashflow-nya bisa dipakai oleh para investor untuk melakukan reinvestasi lagi mungkin di dalam saham BCA,” kata John.
Beri Fleksibilitas
John menambahkan kondisi rentabilitas BCA saat ini berada dalam kondisi baik, termasuk pengelolaan utang dan kemampuan perseroan dalam membayar dividen. Ia juga menegaskan tingkat payout ratio yang saat ini berada di angka 68 persen masih tergolong tinggi.
“Dividen payout ratio saat ini relatif tinggi yaitu sebesar 68 persen. Kita harapkan dividen payout ratio ini yang relatif tinggi ini dapat terus dipertahankan dengan baik,” tuturnya.
Dengan kondisi keuangan yang terjaga, BCA berharap strategi pembagian dividen interim dapat terus memberikan fleksibilitas bagi investor serta mendukung keberlanjutan pertumbuhan perusahaan di tengah pengelolaan risiko yang hati-hati.