BRI Hadirkan Harapan Baru lewat Balai Latihan Kerja di Nusakambangan

Bagi para WBP, BLK ini bukan sekadar ruang belajar, melainkan jembatan menuju kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti. Melalui pelatihan, mereka bisa memperoleh keterampilan praktis yang dibutuhkan industri, sehingga membuka peluang untuk kembali mandiri dan berdaya saing.

oleh nofie tessarDiperbarui 11 September 2025, 19:13 WIB
(Foto:Dok.BRI)

Liputan6.com, Nusakambangan - Suasana Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, terasa berbeda pada Selasa (9/9). Di balik tembok tinggi lembaga pemasyarakatan, harapan baru hadir bagi ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) meresmikan Balai Latihan Kerja (BLK) khusus konveksi dengan kapasitas hingga 250 peserta.

Bagi para WBP, BLK ini bukan sekadar ruang belajar, melainkan jembatan menuju kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti. Melalui pelatihan, mereka bisa memperoleh keterampilan praktis yang dibutuhkan industri, sehingga membuka peluang untuk kembali mandiri dan berdaya saing.

 

(Foto:Dok.BRI)

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Agus Andrianto, menegaskan pentingnya program ini.

“Kolaborasi dengan BRI melalui pembangunan BLK ini menjadi langkah nyata dalam menciptakan kesempatan kedua bagi Warga Binaan Pemasyarakatan. Kami berharap para peserta pelatihan dapat memperoleh keterampilan yang bermanfaat sehingga mampu kembali ke masyarakat dengan lebih produktif, mandiri, dan berdaya saing,” jelas Agus.

Sementara itu, Direktur Corporate Banking BRI, Riko Tasmaya, menekankan komitmen perseroan untuk terus hadir dalam pemberdayaan masyarakat.

“Pembangunan Balai Latihan Kerja merupakan bagian dari komitmen BRI dalam mendukung program pemerintah di bidang pemberdayaan masyarakat dan inklusi sosial. Kami berharap fasilitas ini dapat membuka peluang baru bagi para WBP untuk meningkatkan kualitas hidupnya,” ujarnya.

 

(Foto:Dok.BRI)

Tak hanya berhenti di BLK, sinergi ini juga diperkuat dengan program penanaman 360 ribu pohon kelapa yang diinisiasi Kemenimipas. Langkah ini bertujuan mendukung ketahanan pangan nasional dan menjaga lingkungan, sekaligus memberi peluang ekonomi baru melalui berbagai produk turunan kelapa.

“BRI percaya bahwa keberlanjutan ekonomi dan sosial harus berjalan beriringan. Dengan mendukung pembangunan Balai Latihan Kerja dan penanaman pohon kelapa, kami berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan masa depan Indonesia,” tambah Riko Tasmaya.

Melalui langkah ini, BRI tidak hanya sekadar mendukung program pemerintah, tetapi juga membawa pesan kuat yaitu selalu ada harapan dan kesempatan kedua bagi siapa saja yang ingin bangkit, termasuk dari balik jeruji Nusakambangan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya