7 Negara Rilis Peringatan Perjalanan ke Nepal Buntut Demo Besar-besaran

Bandara Kathmandu sudah dibuka kembali sehari setelah tutup akibat demo besar-besaran di Nepal.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 11 September 2025, 19:00 WIB
Tercatat, hingga Selasa (9/9/2025), 19 orang tewas akibat tembakan aparat keamanan dan ratusan lainnya luka-luka. (Prabin RANABHAT/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Gelombang demo di Nepal membuat sejumlah negara merilis peringatan perjalanan ke negara itu. Nepal tengah dilanda kerusuhan menyusul protes anti-pemerintah, yang mendorong Perdana Menteri Nepal KP Sharma Oli untuk mundur.

Dalam dua hari terakhir, demonstrasi yang dipimpin Gen Z semakin intensif, menewaskan sedikitnya 22 orang dan melukai lebih dari 500 orang dalam bentrokan keras di sekitar Parlemen Federal dan di seluruh Kathmandu. Berikut negara-negara yang telah merilis travel warning terkait kondisi ini, seperti dikutip dari berbagai sumber, Kamis (11/9/2025):

Australia

Menurut 9News, situs web Smartraveller milik pemerintah Australia mendesak warganya di Nepal untuk mematuhi jam malam dan mengikuti instruksi otoritas setempat. "Waspada dan batasi pergerakan Anda di area ini," bunyi peringatan tersebut.

"Pihak berwenang dapat memberlakukan jam malam lebih lanjut dalam waktu singkat. Hindari area yang terdampak demonstrasi, protes, dan pertemuan publik lainnya. Siapa pun yang berencana bepergian ke Nepal didesak untuk sangat berhati-hati di tengah kemungkinan terjadinya kerusuhan dan bencana alam."

Turki

Di tengah memanasnya situasi, Perdana Menteri KP Sharma Oli mengumumkan pengunduran dirinya pada Selasa (9/9/2025). (Anup OJHA/AFP)

Kementerian Luar Negeri Turki merilis peringatan perjalanan bagi warga negaranya di Nepal, lapor Ilkha. Pihaknya mengimbau warga Turki menghindari perjalanan yang tidak penting ke Nepal. Warga yang tinggal secara permanen maupun sementara di negara itu diimbau untuk sangat berhati-hati dan mengikuti arahan dari otoritas setempat.

India

India juga mengeluarkan peringatan serupa. Kementerian Luar Negeri India mengungkap, "Kami terus memantau perkembangan di Nepal sejak kemarin dan sangat berduka atas hilangnya banyak nyawa anak muda. Doa dan belasungkawa kami menyertai keluarga korban. Kami juga mendoakan kesembuhan bagi mereka yang terluka," menurut Times of India.

Warga negara India di Nepal diimbau untuk berhati-hati, serta mematuhi langkah-langkah dan pedoman yang dikeluarkan oleh otoritas negara tersebut. Pihaknya juga menyoroti pemberlakuan jam malam yang harus jadi "perhatian."

Amerika Serikat

Para demonstran terlihat di atap Singha Durbar, gedung administratif utama pemerintah Nepal, di Kathmandu pada 9 September 2025. (Prabin RANABHAT/AFP)

Departemen Luar Negeri AS telah mengeluarkan imbauan Level 3 untuk Nepal, mendesak warganya mempertimbangkan kembali perjalanan mereka karena kerusuhan yang sedang berlangsung, merangkum Travel and Tour World. Imbauan tersebut menekankan bahwa protes telah berubah jadi kekerasan, dan risiko terhadap keselamatan pribadi sangat tinggi.

Kanada

Pemerintah Kanada mendesak warganya mempertimbangkan kembali perjalanan ke Nepal, dengan alasan meningkatnya kekerasan dan gangguan layanan publik. Imbauan tersebut sangat menyarankan untuk menghindari demonstrasi, kerumunan besar, dan area yang dikenal sebagai titik rawan protes.

Inggris Raya

Warga Inggris diminta menghindari perjalanan yang tidak penting ke Nepal dan berhati-hati jika sudah berada di negara tersebut. Imbauan FCDO secara khusus menyebutkan gangguan yang terjadi di bandara dan transportasi umum di Kathmandu dan kota-kota lain.

Singapura

Protes dipicu oleh isu maraknya korupsi, pengangguran, serta larangan pemerintah terhadap platform media sosial, termasuk Facebook dan X. (Prabin RANABHAT/AFP)

Kementerian Luar Negeri Singapura (MFA) menyarankan warga Singapura menunda perjalanan yang tidak penting ke Nepal. Mereka menggambarkannya sebagai "situasi yang tidak menentu dan tidak stabil," dikatakan bahwa warga Singapura yang sudah berada di negara tersebut harus tetap waspada dan menghindari kerumunan besar dan area yang terdampak demonstrasi.

"Mereka juga harus memantau berita lokal dengan cermat dan memperhatikan instruksi dari otoritas setempat," tambah pihaknya dalam imbauan perjalanan per Selasa, 9 September 2025, lapor CNA.

Bandara Kathmandu sendiri sudah dibuka kembali pada Rabu, 10 September 2025, sehari setelah protes keras di Nepal memaksanya ditutup, kata Otoritas Penerbangan Sipil Nepal, menurut Mint. Keputusan itu diambil setelah pihak berwenang mengadakan pertemuan ketika tentara Nepal memberlakukan pembatasan nasional untuk mengekang kekerasan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya