Kabar Gembira, Guru dan Relawan Posyandu Kini Dapat Makan Bergizi Gratis

Badan Gizi Nasional (BGN) mengumumkan bahwa guru dan relawan posyandu kini menjadi penerima manfaat dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keputusan itu setelah Presiden Prabowo Subianto memberikan persetujuan.

oleh Raynaldo Ghiffari LubabahDiperbarui 11 September 2025, 12:35 WIB
UMKM Aiko Maju menjadi pemasok bahan baku untuk dapur umum dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) (Dok. BRI)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) mengumumkan bahwa guru dan relawan posyandu kini menjadi penerima manfaat dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keputusan itu setelah Presiden Prabowo Subianto memberikan persetujuan.

"Seiring dengan adanya peningkatan anggaran BGN pada 2026, meningkat tiga kali lipat dari 2025, maka usulan pemberian MBG bagi guru sekolah dan relawan posyandu mendapat jatah makan bergizi gratis telah disetujui Presiden Prabowo Subianto," ujar Sekretaris Badan Gizi Nasional Sarwono di Biak, Papua, Kamis (11/9/2025).

Aturan Segera Disahkan

Untuk bisa merealisasikan MBG pada guru dan relawan posyandu, BGN sedang menyiapkan peraturan Kepala BGN sebagai dasar pelaksanaan di lapangan.

"Ya ini sudah disetujui Bapak Presiden Prabowo Subianto sehingga guru dan relawan posyandu tetap dapat MBG, sehingga menjadi pedoman kegiatan bagi SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) di daerah setempat," kata Sarwono.

Anggaran MBG

Sarwono mengatakan anggaran Program MBG tahun ini mencapai Rp71 triliun, sementara untuk tahun 2026 dipastikan meningkat mencapai sebesar Rp268 triliun.

Selain itu, dia juga berharap Program MBG mendapat dukungan semua komponen masyarakat, karena dampaknya sangat besar bagi generasi muda menuju Indonesia Emas pada 2045.

Bagi BGN sebagai pelaksana Program MBG, kata Sarwono, punya harapan besar melibatkan semua komponen masyarakat di Kabupaten Biak Numfor.

"Program MBG direalisasikan pemerintah lewat BGN untuk memenuhi asupan gizi anak supaya anak tetap sehat dan cerdas disiapkan menjadi generasi emas Indonesia," ucap Sarwono.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya