Liputan6.com, Jakarta - Warga Pekon Rigisjaya, Kecamatan Air Hitam, Lampung Barat, dihebohkan dengan serangan beruang liar yang terus berulang dalam beberapa bulan terakhir. Sedikitnya 21 ekor kambing milik warga ditemukan tewas dimangsa satwa buas tersebut.
Penjabat Peratin Rigisjaya, Muhaimin mengatakan serangan biasanya terjadi pada malam hari, mulai pukul 20.00 WIB hingga menjelang subuh.
Advertisement
“Warga bahkan sempat melihat langsung beruang membawa kambing ke hutan,” kata Muhaimin, Selasa (10/9/2025).
Tak hanya menyerang hewan ternak, sejumlah warga juga pernah berpapasan dengan beruang saat pulang dari masjid pada malam hari.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung telah menurunkan tim untuk memasang perangkap di jalur yang diduga dilalui beruang.
Namun hingga kini, upaya itu belum membuahkan hasil. Warga tetap melaporkan kehilangan kambing akibat serangan satwa buas tersebut.
Gelar Doa dan Ritual Adat
Selain langkah teknis, warga juga melakukan upaya spiritual dengan menggelar doa bersama dan ritual adat. Mereka juga rutin menggelar ronda malam serta menyiapkan kentongan sebagai tanda darurat jika beruang mendekati permukiman.
“Kami sudah berusaha dengan berbagai cara, baik ilmiah maupun spiritual, tapi hasilnya nihil. Kami benar-benar butuh perhatian pemerintah,” jelas dia.
Dia bilang, mayoritas warga Rigisjaya menggantungkan hidup dari beternak kambing.
“Kami tahu beruang satwa dilindungi. Tapi keberadaannya di sekitar kampung jelas membahayakan. Harus ada langkah yang melindungi satwa sekaligus warga,” ungkapnya.
Koordinasi dengan Kepolisian Daerah
Kabid Humas Polda Lampung, Komisaris Besar Yuni Iswandari Yuyun, menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian daerah dan instansi terkait untuk menindaklanjuti laporan tersebut.
“Saya akan cek ke Lampung Barat dulu dengan Kapolresnya,” kata Yuni singkat.