Musim Ini Bisa Menjadi Musim Kebangkitan Ruben Loftus-Cheek

Setelah bertahun-tahun kariernya diganggu cedera, gelandang asal Inggris itu kini mulai kembali menunjukkan performa yang solid di awal musim bersama AC Milan.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 10 September 2025, 13:55 WIB
Ruben Loftus-Cheek dari AC Milan menguasai bola dalam laga Serie A antara AC Milan dan Cremonese di Stadion San Siro, Milan, Italia, Sabtu, 23 Agustus 2025. (AP Photo/Luca Bruno)

Liputan6.com, Jakarta Musim ini menjadi momen penting bagi Ruben Loftus-Cheek. Setelah bertahun-tahun kariernya diganggu cedera, gelandang asal Inggris itu kini mulai kembali menunjukkan performa yang solid di awal musim bersama AC Milan. Banyak pihak percaya, pada usia 29 tahun, ia masih punya potensi besar untuk memberi dampak signifikan.

Namun, jalan Loftus-Cheek untuk benar-benar menemukan tempatnya di skuat Milan tidak mudah. Rossoneri baru saja mendatangkan sejumlah gelandang pada bursa transfer musim panas, membuat persaingan di lini tengah semakin ketat. Massimiliano Allegri, yang kini menukangi Milan, dituntut mencari formula terbaik agar potensi sang pemain bisa dimaksimalkan.

Meski begitu, optimisme tetap menyertai perjalanan Loftus-Cheek. Ia sudah menunjukkan tanda-tanda positif di pramusim dan awal kompetisi. Kini, pertanyaannya: apakah musim ini akan benar-benar menjadi kebangkitan bagi sang gelandang?


Optimisme dan Masukan

Ruben Loftus-Cheek dari AC Milan menggiring bola melawan Mario Martin dari Real Madrid selama pertandingan Persahabatan Pra-Musim antara AC Milan dan Real Madrid di Stadion Soldier Field pada 31 Juli 2024 di Chicago, Illinois. Justin Casterline/Getty Images/AFPJustin Casterline / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP

Banyak yang beranggapan Loftus-Cheek seharusnya bisa mencapai level lebih tinggi andai tidak diganggu cedera. Luca Gotti, mantan pelatih yang pernah menanganinya di Chelsea, mengungkapkan pandangannya kepada Gazzetta dello Sport tentang potensi Loftus-Cheek.

“Saya pikir ini bisa menjadi tahunnya. AC Milan sedang tumbuh, dan Ruben bersama tim. Dia juga kembali ke tim nasional setelah pramusim yang hebat. Dia memulai dengan baik, dan jika konsistensi menolongnya kali ini… Anda akan melihat Loftus-Cheek yang sebenarnya. Yang saya katakan kepada Rossoneri hanyalah beri dia kepercayaan dan manjakan dia, dan dia akan membalas dengan penampilan gemilang,” ucap Gotti.

Namun, Gotti juga menyoroti ada hal yang belum berkembang dari Loftus-Cheek meski sudah enam tahun berlalu. “Saya masih melihatnya agak tertinggal dalam beberapa hal. Saya memikirkan konsentrasi sepanjang 90 menit, konsistensi, dan kemampuan untuk semakin efektif. Dia perlu belajar untuk tetap menyalakan itu sepanjang pertandingan. Karena ketika dia bersinar, dia menyenangkan untuk ditonton,” tambahnya.


Allegri dan Peran yang Tepat

Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri. (AFP/Stefano RELLANDINI)

Kehadiran Allegri di kursi pelatih bisa menjadi kunci bagi kebangkitan Loftus-Cheek. Gotti melihat ada kesamaan karakter antara keduanya yang mungkin membantu adaptasi sang gelandang di Milan.

“Saya sudah lama mengenal Max, dan kami punya hubungan yang baik. Hal pertama yang saya pikirkan adalah Allegri, sebagai pemain, dulu bermain di posisi itu. Jadi dia tahu bagaimana memperlakukan pemain seperti itu. Ruben memang berbeda, dia punya lebih banyak kekuatan dan tenaga, tapi saya melihatnya cocok di lini tengah AC Milan. Dan di Lecce, kita baru mencicipinya sedikit saja…” tutur Gotti.

Lanjut Baca:

Dengan pemahaman taktikal Allegri, Loftus-Cheek bisa mendapatkan kebebasan untuk mengekspresikan diri. Gotti menegaskan, pemain seperti dia jangan sampai terlalu terikat sistem. “Saya pikir dia pemain yang harus dibiarkan bebas mengekspresikan diri. Dia sangat cepat dan eksplosif, tapi kita harus mencoba untuk tidak terlalu membatasinya. Di Chelsea, misalnya, Sarri memberi kebebasan kepada para gelandang dalam 4-3-3 untuk masuk ke ruang dan menyerang gawang. Hasilnya jelas terlihat…” katanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya