Liputan6.com, Jakarta - Beberapa waktu belakangan, pasangan Mario Irwinsyah dan Ratu Anandita memutuskan mengganti gula menjadi stevia sebagai pemanis sehari-hari. Keputusan itu diambil bukan karena mengikuti tren, melainkan karena kesadaran untuk hidup lebih sehat. Mario mengaku perubahan yang dilakukannya itu membuat tubuhnya terasa lebih ringan, terutama saat menjalani aktivitas di pagi hari.
"Sejak saya mengonsumsi minuman manis dengan pemanis alami yang mengandung daun stevia, tubuh saya menjadi lebih mudah bangunnya, nggak pegel, nggak berat gitu," katanya dalam acara Vitalentra Group International Official Media Launch & Wellness Insights di Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa, 9 September 2025.
Advertisement
Bagi Mario, dampak yang paling terasa setelah mengurangi gula sebagai pemanis, fisiknya berubah. Sebagai penggemar kopi, ia awalnya biasa menambahkan sirup agar lebih sedap.
Ia mengungkapkan, "Waktu masih pakai sirup, perut saya kayak agak mengembang gitu. Tapi setelah saya kembali lagi ke pemanis, perut saya kembali mengecil dan memang terlihat sekali perbedaannya."
Kurangi Pemanis Secara Bertahap
Sementara, Ratu Anandita menekankan bahwa alasan utamanya mengganti jenis pemanis adalah untuk kesehatan diri. Sebagai orangtua, ia ingin bisa mendampingi anak-anaknya selama mungkin dengan kondisi tubuh yang fit. Selain itu, cara tersebut diyakininya sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat kehidupan yang telah diberikan Tuhan.
Ia mengaku proses mengurangi gula dilakukan secara bertahap. Hal itu penting agar bisa konsisten dilakukannya. "Jangan tiba-tiba langsung mau memaksakan diri untuk tidak mengonsumsi gula, karena nanti kalau terlalu keras sama diri sendiri akhirnya jadi tidak konsisten," ujarnya.
Belajar dari pengalamannya sendiri, ia berbagi cara untuk mengurangi konsumsi pemanis secara bertahap. "Misal sebelumnya kalian memakai lima tetes, kalian bisa menurunkan menjadi empat sampai tiga tetes. Jika kalian merasa ingin lebih mengurangi gula, kalian bisa menguranginya lagi menjadi dua hingga satu tetes untuk satu gelas."
Perkenalkan Rasa Asli
Kebiasaan konsumsi gula juga diajarkannya pada anak-anaknya sejak dini. Mereka dibiasakan untuk mengenali rasa asli makanan, alih-alih menambahkan gula dan garam secara berlebihan untuk memanipulasi rasa enak.
Ia menjelaskan, "Misalnya wortel ya rasanya begini, timun ya rasanya begini. Jadi setelah mereka dua tahun ke atas, ketika mulai makan puding atau minum-minuman, sudah tidak pernah nyari gula lagi."
Ia juga menekankan pentingnya mencatat dan membuat jadwal makanan agar lebih konsisten. Dengan begitu, keluarga mereka tetap bisa menikmati makanan lezat tanpa khawatir akan dampak buruk gula berlebih.
Anandita mengatakan, "Kadang-kadang yang ada di pikiran tuh suka lupa, jadi ingin mencoba untuk dibikin menu dan jadwalnya. Sekarang di sosial media udah banyak cara tetap makan enak tapi sehat, jadi bisa dijadikan contoh untuk sehari-hari."
Gaya Hidup Sehat
Selain mengurangi gula, Mario dan Anandita juga membangun kebiasaan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Mario menekankan bahwa niat yang kuat menjadi pondasi utama. Ia mengatakan, "Pokoknya apapun yang kita lakukan itu buat ibadah. Jadi Bismillah, kalau bisa bangun tuh sebelum subuh, badan juga seger."
Tidur lebih teratur menjadi salah satu langkah penting, dengan upaya menggeser jam tidur lebih awal agar tubuh cukup istirahat. Dalam hal olahraga, pasangan ini memilih aktivitas sederhana namun konsisten. Mereka biasa jalan pagi setelah anak-anak berangkat sekolah, atau melakukan latihan ringan di rumah bersama pelatih.
Anandita mengungkapkan, "Biasanya saya ajak suami saya, olahraganya di rumah. Atau kalau lagi ada waktu, bisa datang sendiri ke tempat olahraga yang isinya perempuan semua. Nggak usah yang memberatkan, kayak yoga itu simple, tetap sehat, dan risiko cederanya rendah."