AKRA Genjot Ekspansi Distribusi dan Perkuat Bisnis B2C

AKRA sudah melakukan investasi infrastruktur di Kalimantan dan Sulawesi. Sementara di kawasan JIIPE, penjualan lahan pada semester I 2026 meningkat sekitar 6%.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 09 September 2025, 12:30 WIB
KEK Gresik JIIPE (Dok PT AKR Corporindo Tbk/AKRA)

Liputan6.com, Jakarta - PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menyiapkan langkah strategis untuk menjaga pertumbuhan bisnis pada semester II 2025 hingga 2026. Perusahaan akan memaksimalkan dua pilar utama, yaitu perdagangan dan distribusi energi serta pengembangan kawasan industri JIIPE di Gresik.

Direktur & Corporate Secretary AKRA, Suresh Vembu, menjelaskan pada sektor perdagangan, perusahaan tetap fokus pada distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan bahan kimia dasar untuk pelanggan B2B. Permintaan dari industri smelter serta manufaktur di kawasan timur Indonesia diperkirakan meningkat, sehingga AKRA telah menyiapkan investasi infrastruktur untuk memperkuat pasokan.

“Kita tetap mau distribusi BBM ke industri-industri di Indonesia dan juga untuk bahan kimia dasar, kita terus distribusi kimia dasar ke beberapa industri khususnya di Indonesia Timur, yang mana demand dari smelter dan industri lain sudah meningkat,” kata Suresh dalam konferensi pers Pubex Live 2025, Selasa (9/9/2025).

Untuk mendukung hal itu, AKRA sudah melakukan investasi infrastruktur di Kalimantan dan Sulawesi. Sementara di kawasan JIIPE, penjualan lahan pada semester I 2026 meningkat sekitar 6%, dan pendapatan dari utilitas naik sekitar 300% dibanding tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan kebutuhan layanan utilitas dan pelabuhan terus bertumbuh seiring beroperasinya sejumlah industri di kawasan tersebut.

 

Ekspansi SPBU

Utility center di KEK Gresik JIIPE (Dok PT AKR Corporindo Tbk/AKRA)

Selain segmen B2B, AKRA juga memperluas pasar B2C melalui ekspansi SPBU di bawah merek BP-AKR. Langkah ini dilakukan guna memperluas jangkauan pasokan energi ke sektor retail.

“Di segmen B2C, AKR tetap mau meningkatkan supply ke retail dan juga ekspansi untuk SPBU-SPBU di bawah merek BP-AKR. Dengan cash flow yang sudah kita dapat, ke depan kita tetap mau ekspansi dengan internal cash flow, serta bisa membagikan dividen kepada para pemegang saham,” jelas Suresh.

AKRA juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas keuangan. Per 30 Juni 2025, perusahaan mencatat posisi neraca yang kuat dengan saldo kas yang cukup serta rasio utang terhadap ekuitas (net gearing) yang rendah.

Kondisi tersebut memberi ruang bagi perusahaan untuk terus melakukan ekspansi dengan mengandalkan arus kas internal sekaligus memastikan pembagian dividen tetap berjalan.

 

AKRA Optimis Kinerja 2025 Cemerlang

Suasana di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/11/2015). Pelemahan indeks BEI ini seiring dengan melemahnya laju bursa saham di kawasan Asia serta laporan kinerja emiten triwulan III yang melambat. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Sebelumnya, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menyatakan optimisme tinggi terhadap prospek bisnisnya di tahun 2025, meskipun berbagai tantangan global mulai terasa. Hal ini disampaikan oleh Presiden Direktur AKRA, Haryanto Adikoesoemo dalam konferensi pers usai menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Senin (28/4/2025).

Haryanto menyoroti tahun ini sejumlah tantangan mulai bermunculan, terutama dari sisi geopolitik global serta penerapan tarif resiprokal oleh Amerika Serikat. Kondisi ini, menurutnya, sudah mulai memberikan dampak terhadap daya beli masyarakat.

"Kami melihat sejumlah tantangan pada 2025 ini di antaranya geopolitik dan tarif resiprokal AS. Hal ini kami melihat juga mulai sudah berdampak pada daya beli," ujar Haryanto.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa AKRA tetap memiliki keyakinan kuat untuk menjaga kinerja positif. Optimisme ini didukung oleh pengalaman panjang dan model bisnis yang sudah teruji selama lebih dari enam dekade.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya