Remala Gandeng 6 Penyedia Jaringan Telekomunikasi untuk Perkuat Infrastruktur Digital Nasional

Remala menandatangani sejumlah Nota Kesepahaman (MoU) dengan enam penyedia jaringan telekomunikasi, baik nasional maupun global.

oleh IskandarDiterbitkan 08 September 2025, 18:00 WIB
Direktur Utama PT Remala Abadi Tbk, Agus Setiono (kanan). Credit: Remala

Liputan6.com, Jakarta - PT Remala Abadi Tbk (Remala) menandatangani sejumlah Nota Kesepahaman (MoU) dengan enam mitra strategis, baik nasional maupun global.

Kerja sama ini menjadi langkah nyata Remala untuk memperkuat infrastruktur telekomunikasi dan memperluas layanan digital ke seluruh Indonesia.

Direktur Utama PT Remala Abadi Tbk, Agus Setiono, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari strategi agresif perseroan untuk periode 2025–2026.

"Penandatanganan MoU ini adalah wujud komitmen nyata kami dalam membangun fondasi digital Indonesia," ujar Agus dalam keterangannya, Senin (8/9/2025).

"Dengan dukungan mitra strategis, kami optimistis dapat memperluas cakupan layanan, meningkatkan kualitas jaringan, serta menghadirkan solusi digital yang lebih cepat, aman, dan terjangkau bagi masyarakat," ia menambahkan.

Sejumlah mitra penyedia jaringan telekomunikasi yang terlibat dalam kerja sama ini mencakup:

1. PT Huawei Tech Investment 

Kerja sama ini meliputi dukungan teknologi dan solusi strategis, seperti layanan internet residensial hingga 10 Gbps, solusi keamanan jaringan anti-DDoS, implementasi Software Defined Wide Area Network (SD-WAN), dan penyediaan perangkat Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) untuk backbone utama Remala.

2. PT Communication Cable Systems Indonesia Tbk (CCSI)

Remala bekerja sama untuk pengadaan material telekomunikasi, termasuk kabel laut, kabel terestrial, dan aksesoris pendukung, guna memperluas jaringannya.

 

 

 

4 Mitra Lainnya

3. PT Voksel Electric Tbk

Perjanjian pembelian kabel backbone disepakati untuk mendukung ekspansi Remala yang menargetkan 5 juta homepass.

4. PT Ketrosden Triasmitra Tbk (Triasmitra) dan PT Jejaring Mitra Persada (JMP)

Kerja sama ini mencakup hak penggunaan (Indefeasible Right of Use/ IRU) untuk lima infrastruktur backbone, yaitu Inland Ultimate Java Backbone (UJB), Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Jayabaya, SKKL Anyer–Kalianda, Inland Cable SDCS (Surabaya–Denpasar Cable System), dan SKKL Rising 8 segmen Jakarta–Batam. SKKL Rising 8 akan dibangun oleh JMP bersama PT Mora Telematika Indonesia Tbk (IDX: MORA).

5. Guangzhou V-Solution Telecommunication Technology Co., Ltd (Vsol)

Perjanjian ini merupakan komitmen pengadaan 1 juta unit perangkat Optical Network Terminal (ONT) yang dapat mendukung layanan internet rumah tangga hingga 1 Gbps.

6. PT Kosmos Wavelength Technology

Kerja sama ini berfokus pada penyediaan kabel distribusi dan infrastruktur jaringan ke pelanggan, dengan target dukungan 5 juta home connect.

 

Perizinan NAP

Selain kerja sama di atas, Remala juga sedang mengurus perizinan Network Access Provider (NAP) yang memungkinkan perseroan menyediakan jasa akses dan routing ke jaringan global.

Menurut Agus, perizinan ini diharapkan dapat meningkatkan utilisasi backbone dan membuka peluang pendapatan baru.

Melalui berbagai kolaborasi ini, perusahaan mempertegas posisinya sebagai pemain penting dalam pembangunan ekosistem digital di Indonesia. Perseroan menargetkan 5 juta homepass dalam dua tahun mendatang dan 25 juta homepass di seluruh Indonesia dalam 10 tahun ke depan.

 

INFOGRAFIS: Subsidi Kuota Internet Untuk Peserta Didik (Liputan6.com / Abdillah)

INFOGRAFIS: Subsidi Kuota Internet Untuk Peserta Didik (Liputan6.com / Abdillah)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya