Thomas Tuchel Kritik Dua Pemain Arsenal di Timnas Inggris, Tanda Bahaya untuk The Gunners?

Pelatih Inggris Thomas Tuchel mengkritik Eberechi Eze dan Noni Madueke usai menang 2-0 atas Andorra, menilai keduanya tampil kurang tajam dalam keputusan di lapangan.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 08 September 2025, 07:06 WIB
Pelatih Inggris Thomas Tuchel dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 grup K melawan Andorra di RCDE Stadium, Sabtu, 7 Juni 2025. (AP Photo/Joan Monfort)

Liputan6.com, Jakarta Kemenangan Inggris atas Andorra dengan skor 2-0 diwarnai evaluasi dari pelatih Thomas Tuchel. Meski timnya sukses meraih tiga poin, sang manajer ternyata tidak sepenuhnya puas dengan performa individu beberapa pemainnya.

Tuchel menyoroti dua pemain Arsenal, Eberechi Eze dan Noni Madueke, yang menurutnya tampil di bawah ekspektasi. Kritik ini mencuri perhatian karena keduanya baru saja menjadi bagian penting dari belanja besar The Gunners musim panas lalu.

Komentar Tuchel pun memunculkan tanda tanya baru. Bagaimana Mikel Arteta akan memaksimalkan peran Eze dan Madueke di Arsenal, mengingat keduanya belum sepenuhnya tampil meyakinkan bersama timnas Inggris.


Kritik Tuchel pada Eze dan Madueke

Gelandang Timnas Inggris, Eberechi Eze, saat menghadapi Andorra pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa di Villa Park, Sabtu (6/9/2025) malam WIB. (Ben STANSALL / AFP)

Setelah laga, Tuchel secara terbuka menilai bahwa Eze tidak berada dalam performa terbaiknya. “Mungkin [Eze] tidak dalam hari terbaiknya di posisi nomor 10. Ia berlatih dengan sangat baik, tapi dalam pengambilan keputusan sedikit kesulitan,” ucapnya.

Ia juga mengomentari permainan Madueke yang tampil penuh di sisi kanan serangan. Menurut Tuchel, “Umpan pemungkas dari Noni tidak cukup klinis.” Performa sang winger dianggap kurang memberi dampak dalam menuntaskan peluang.

Meski Inggris menang, penilaian Tuchel itu menjadi sorotan tersendiri. Eze dimainkan selama 78 menit sebagai gelandang serang sebelum digantikan, sementara Madueke bertahan hingga peluit akhir.


Posisi Ideal Eze di Arsenal

Noni Madueke (Inggris) menguasai bola di laga Inggris vs Andorra Kualifikasi Piala Dunia Grup K di Villa Park stadium, Birmingham, 6 September 2025. (AP Photo/Dave Shopland)

Kritik tersebut semakin relevan dengan situasi di klub. Eze terbiasa bermain lebih bebas di Crystal Palace, baik dari sisi kiri maupun di belakang penyerang. Namun, di Arsenal ia berpeluang mendapat peran berbeda.

Arteta kerap meminta winger kiri untuk tetap melebar, sesuatu yang bisa membatasi pergerakan Eze ke area tengah. Eksperimen posisi ini bisa menentukan seberapa efektif ia beradaptasi dengan gaya main Arsenal.

Dengan dukungan overlapping dari bek kiri seperti Riccardo Calafiori, Eze mungkin akan diberi kebebasan lebih untuk menciptakan peluang dari tengah. Penempatan posisinya akan menjadi kunci kontribusinya musim ini.


Madueke dan Persaingan di Skuad

Madueke memiliki fleksibilitas untuk bermain di berbagai posisi serangan. Namun, sejak pindah ke Arsenal, ia lebih sering digunakan di sisi kiri, berbeda dengan peran utamanya di Chelsea sebagai winger kanan.

Kedatangan Eze membuat persaingan semakin ketat. Madueke diperkirakan hanya akan menjadi opsi rotasi, dengan kemungkinan bermain di kedua sisi sayap bila dibutuhkan.

Situasi ini menempatkannya dalam posisi sulit untuk tampil reguler. Apabila tidak segera menemukan konsistensi, peluangnya di skuad utama bisa semakin terbatas sepanjang musim.

 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya