PERSI Sorot Mutu dan Keselamatan Pasien dalam Forum Nasional Rumah Sakit 2025

Salah satu bahasan tentang mewujudkan rumah sakit yang aman, adaptif, dan berkelanjutan untuk keselamatan pasien.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 06 September 2025, 14:00 WIB
Salah satu bahasan dalam gelaran seminar nasional PERSI tahun ini menyorot soal mewujudkan rumah sakit yang aman, adaptif, dan berkelanjutan untuk keselamatan pasien. (Dok PERSI)

Liputan6.com, Jakarta Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) bakal menggelar rangkaian kegiatan seminar tahunan berskala nasional pada 25–28 September 2025 di ICE BSD City, Tangerang, Banten.

Menurut Ketua Umum PERSI dr. Bambang Wibowo, SpOG, Subsp. K.Fm, MARS, Bambang Wibowo, seminar nasional tersebut sebagai ajang meningkatkan wawasan dan berbagi praktik terbaik agar daya saing RS di Indonesia meningkat.

“Kami berharap seluruh rumah sakit di Indonesia serta pemangku kepentingan perumahsakitan dapat berpartisipasi dan menjadi peserta aktif pada kegiatan ini," kata Bambang lewat pesan tertulis.

Selama tiga hari rangkaian seminar nasional maka akan membahas berbagai topik dalam format simposium, diskusi panel, talkshow, side event, hingga workshop. Para narasumber akan membagikan praktik terbaik dalam berkarya di rumah sakit seperti disampaikan Ketua Panitia Seminar Nasional PERSI dr. Rachmat Mulyana Memet, Sp.Rad.

Rachmat mengungkapkan pada sesi simposium bakal dibahas tantangan bisnis rumah sakit di masa kini. Disusul dengan strategi keuangan berkelanjutan, strategi pemberdayaan asuransi swasta, kode etik, hingga strategi untuk mewujudkan rumah sakit yang aman, adaptif, dan berkelanjutan untuk keselamatan pasien.

Bahas soal Sikap Terhadap Kebijakan Pelayanan JKN

Praktik pelayanan JKN serta penyelesaian kasus klaim dispute, pending, dan tidak layak juga bakal jadi sorotan.

Pada sesi talkshow itu akan hadir pembicara dari Kementerian Kesehatan, Dewan Jaminan Sosial Nasional, BPJS Kesehatan, BPJS Watch serta asosiasi rumah sakit seperti diterangkan Rachmat.

 

Bahas Topik Teknis Mulai dari Pengendalian Resistensi Antimikroba hingga Teknologi Kesehatan

Dalam seminar ini juga bakal diulas topik-topik teknis pada 10 sesi workshop. Salah satunya pengendalian resistensi antimikroba atau antimicrobial resistance/AMR.

AMR kini menjadi salah satu ancaman kesehatan global. Jika dibiarkan, obat antibiotik yang selama ini ampuh melawan infeksi bisa kehilangan efektivitasnya. Alhasil, penyakit yang seharusnya ringan bisa diobati dengan antibiotik jadi kebal dan berisiko mematikan.

Secara global pada 2019, data WHO mengestimasi ada 1,27 juta kematian disebabkan oleh AMR. Angka ini diproyeksikan terus meningkat dan pada 2050 diperkirakan bakal menyebabkan 10 juta kematian.

Selain bahasan tersebut, topik lain yang diangkat dalam seminar nasional PERSI terkait pengendalian inventory perbekalan farmasi, peran satuan pemeriksaan internal RS, strategi pengelolaan layanan JKN.

Dijadwalkan dalam pembukan bakal dihadiri oleh Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia dan keynote speech dari Kementerian Kesehatan. Hari selanjutnya keynote speech dari Otoritas Jasa Keuangan dan Kementerian Keuangan.

PERSI Naungi 2.800-an RS

Untuk diketahui saat ini PERSI memiliki anggota 2.878 RS dan menaungi 18 perkumpulan atau organisasi RS baik pemerintah maupun swasta.

Selain seminar, PERSI juga akan menggelar PERSI Award dan MAKERSI Award untuk menilai upaya rumah sakit dalam meningkatkan mutu layanan, termasuk kategori kode etik, CSR, green hospital, hingga inovasi teknologi kesehatan. Panitia juga akan mengumumkan daftar rumah sakit terbaik 2025 dalam bidang kanker, jantung, dan neurologi.

“Kegiatan ini merupakan momentum silaturahmi sekaligus antisipasi terhadap dinamika kebijakan sektor kesehatan,” ujar Rachmat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya