Ironi Nadiem Makarim: Menteri Pendidikan Pertama jadi Tersangka, Gencar Bicara soal Pendidikan Antikorupsi

Nadiem ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook yang nilai kerugiannya ditaksir Rp 1,98 triliun.

oleh Lia HarahapDiperbarui 05 September 2025, 16:44 WIB
Nadiem Anwar Makarim hadir memenuhi panggilan tim penyidik Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (7/8/2025). (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta Kejaksaan Agung menetapkan Nadiem Makarim sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook. Saat kasus itu terjadi, Nadiem menjabat menteri pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi periode 2019-2024.

Penetapan Nadiem sebagai tersangka banyak disayangkan. Sebab, dunia pendidikan menjadi salah satu ujung tombak untuk pondasi perlawanan perilaku korupsi. Dengan memasukkan kurikulum antikorupsi untuk ditanamkan pada anak-anak.

Tetapi yang terjadi, Nadiem yang sempat dipercaya menakhodai institusi pendidikan di Tanah Air malah harus terseret di pusaran kasus korupsi.

"Dari hasil pendalam keterangan saksi-saksi dan alat bukti yang ada sore ini telah menetapkan tersangka baru dengan inisial NAM," kata Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna, dalam jumpa pers di Kejagung, Jakarta Selatan, Kamis (4/9).

Menteri Pendidikan Pertama jadi Tersangka Korupsi

Nadiem Makarim Kenakan Rompi Tahanan (Foto: Habibie/Liputan6.com)

Pendidikan merupakan benteng utama dalam membangun karaker seseorang termasuk bangsa. Itu sebabnya, institusi pendidikan langsung dibentuk ketika Indonesia dinyatakan merdeka. Kala itu, Ki Hadjar Dewantara ditunjuk menjadi menteri pendidikan yang pertama.

Dalam penelusuran Liputan6.com, Jumat (5/9/2025), seiring berjalannya waktu, hingga era Presiden Prabowo Subianto, total ada 30 menteri pendidikan yang pernah menjabat di beberapa era Presiden. Di antara nama-nama itu, baru Nadiem Makarim-lah, menteri pendidikan era Presiden Joko Widodo alias Jokowi yang terseret kasus korupsi.

Nadiem Bicara Kurikulum Antikorupsi

Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim (ketiga kiri) saat tiba di area Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta, Selasa (15/7/2025). (merdeka.com/Arie Basuki)

Selama menjabat sebagai menteri pendidikan, Nadiem beberapa kali bicara tentang pentingnya pengetahuan antikorupsi. Itu sebabnya, Nadiem berharap pendidikan antikorupsi juga diajarkan di tiap jenjang pendidikan. Dia sangat yakin, penanggulangan perilaku korup bisa dicegah dari dunia pendidikan.

"Caranya pendidikan Indonesia sekarang harus berhenti mencetak lulusan yang hanya pintar secara akademis dan mulai mendidik pelajar menjadi orang-orang yang berintegritas. Integritas menjadi pelajar Pancasila, yang cerdas berkarakter. Seluruh arahan Merdeka Belajar dan transformasi kita lakukan mengarah pada satu tujuan yaitu Profil Pelajar Pancasila. Di mana integritas dan akhlak mulia menjadi pilar utama," tegas Nadiem Makarim dalam sebuah webinar, Selasa (7/12/2021).

Di tingkat sekolah seperti jenjang PAUD sampai SMA dan SMK, kata Nadiem, bisa dilakukan dengan memahami dan mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila melalui metode pembelajaran berbasis proyek.

Sementara di perguruan tinggi, lewat program Kampus Merdeka yang dia gagas, pembelajaran antikorupsi juga tersirat di dalamnya. Nadiem juga mengatakan, kementeriannya telah menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) Nomor 33 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Antikorupsi di semua universitas.

"Jadi tidak ada alasan untuk tidak masuk dalam kurikulum kita," kata Nadiem dalam webinar Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) pada Desember 2020 silam.

Nadiem menegaskan, mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa sudah seharusnya memiliki karakter antikorupsi. Caranya, dengan melatih diri menjadi pribadi berintegritas dan transparansi.

"Penanaman karakter yang berintegritas dan transparansi harus dilakukan dengan kuat, itu harus dilatih moralitasnya," ujar Nadiem.

Selain dibuatnya Permen Nomor 33 Tahun 2019 tadi, lanjut Nadiem, semangat Kemendikbud untuk membersihkan dunia pendidikan dari korupsi dilakukan dengan menerbitkan tiga buku pendidikan anti korupsi. "Berbagai macam insiatif untuk mendorong pendidikan anti korupsi, kita telah menerbitkan tiga buku pegangan di tahun 2011, 2016 dan 2018 secara konsisten untuk perguruan tinggi. Harapannya universitas dapat menerapkan dan mengadopsi ke kurikulum, mata kuliah dan aktifitas pembentukan karakter," jelasnya.

Nadiem menambahkan, menjadi sosok berintegritas itu adalah penting. Dia mengklaim selalu berpegang pada prinsip itu.

"Tansparansi dan integritas itu harga mati, karena Saya memang dididik seperti itu. Itu menjadi budaya untuk perubahan sikap Saya dalam transparansi kepada pekerjaan yang Saya lakukan," ujar dia.

Semangat Antikorupsi di Lingkungan Internal

Nadiem Makarim akan menjalani serangkaian pemeriksaan terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan digitalisasi pendidikan Kemendikbudristek tahun 2019-2023. (merdeka.com/Arie Basuki)

Khusus di internal Kemendikbud, Nadiem juga getol bicara tentang karakter berintegritas dan bebas praktik rasuah. Itu sebabnya, dia membuat sejumlah program khusus di internal untuk mencegah bawahannya terlibat praktik korup.

Program tersebut seperti Internalisasi Antikorupsi yang diperuntukkan bagi pegawai kementerian. Kemudian program Saya Keluarga Antikorupsi bagi anggota Dharma Wanita Persatuan, lalu Anti Fraud untuk satuan kerja, serta Tunas Integritas yang diperuntukkan bagi CPNS.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya