Liputan6.com, Jakarta - Penjaga gawang asal Italia, Gianluigi Donnarumma telah merampungkan kepindahannya ke salah klub raksasa Inggris, Manchester City. Ia diboyong ke Etihad dengan biaya 30 juta euro pada hari terakhir bursa transfer musim panas 2025.
Juru latih Paris Saint-Germain, Luis Enrique sebelumnya mengungkapkan bahwa Donnarumma tidak akan menjadi bagian dari skuadnya pada musim 2025/2026. Untuk itu, sang kiper diminta mencari klub baru untuk berlabuh.
Advertisement
"Saya selalu memiliki hubungan yang sangat baik dengan pelatih (Luis Enrique)," ungkap Donnarumma usai kepindahannya ke Manchester City.
Pemain berusia 26 tahun tersebut mengaku tak menyimpan dendam pada sang eks pelatih maupun PSG. Donnarumma meyakini bahwa ia telah meninggalkan kenangan yang baik selama 4 musim di Parc des Princes.
Kini Donnarumma akan bekerja bersama salah satu pelatih terbaik era modern, Pep Guardiola. Ia akan membantu The Citizens kembali ke jajaran atas Premier League setelah mereka menjalani musim yang buruk pada 2024/2025.
Kepergiannya Murni Keputusan Pelatih
Gianluigi Donnarumma merupakan andalan Paris Saint-Germain sejak musim 2021/2022. Meski begitu, Luis Enrique telah memastikan bahwa kiper nomor 1 Timnas Italia tersebut bukan lagi pilihan utamanya di musim ini.
"Kami mencari profil (kiper) yang berbeda. Sangat sulit untuk mengambil keputusan seperti ini," ujar Enrique soal keputusannya mengganti Donnarumma. "Ini keputusan yang sulit. Saya hanya dapat memuji Donnarumma. Dia adalah salah satu penjaga gawang terbaik dan seorang manusia yang luar biasa."
Walau tergusur dari posisinya sebagai penjaga gawang utama Les Parisiens, Donnarumma tetap menghargai keputusan yang telah dibuat Enrique dan siap untuk memulai tantangan baru.
"Dia (Enrique) berterus terang kepada saya sejak hari-hari pertama latihan," tutur Donnarumma. "Kecewa? Entahlah. Setiap orang punya pilihannya sendiri."
Apresiasi Kariernya Selama di PSG
Dibanding kecewa, penjaga gawang eks AC Milan tersebut lebih ingin mengingat momen-momen luar biasa yang ia dapatkan selama berseragam PSG. Ia menyebut bahwa ada kebanggaan karena berpisah usai berhasil menciptakan sejarah.
"Pelatih memang punya wewenang untuk memutuskan. Akan tetapi, dukungan dari semua orang, terutama rekan-rekan setim, membuat saya sadar akan apa yang telah saya berikan kepada PSG," jelas Donnarumma.