Liputan6.com, Tel Aviv - Israel meluncurkan satelit mata-mata baru yang digambarkan para pejabat pertahanan sebagai pijakan strategis penting. Mereka menyatakan, satelit ini akan meningkatkan kemampuan pengawasan Israel di seluruh kawasan Timur Tengah dalam tahun-tahun mendatang.
Sejumlah pejabat militer bersama Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, pada Rabu (3/9/2025), menjelaskan bahwa satelit yang diluncurkan pada Selasa (2/9) malam akan memperkuat kemampuan Israel dalam mengumpulkan citra. Mereka mencontohkan, dalam perang 12 hari awal tahun ini, Israel berhasil memperoleh 12.000 gambar dari wilayah Iran—dan dengan satelit baru tersebut, kapasitas pengintaian semacam itu akan semakin ditingkatkan.
Advertisement
"Ini juga merupakan pesan kepada semua musuh kami, di mana pun mereka berada — kami mengawasi kalian setiap saat dan dalam segala situasi," kata Katz via platform media sosial X.
Selain memantau Iran, Israel juga memperluas kemampuan pengintaiannya ke berbagai kawasan lain di Timur Tengah. Hal ini sejalan dengan istilah perang tujuh front yang dipakai Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk menggambarkan keterlibatan Israel dalam konflik di banyak medan sekaligus. Sepanjang 23 bulan perang di Gaza, pasukan Israel melancarkan serangan terhadap sasaran di Lebanon, Suriah, Yaman, dan Irak.
Direktur Jenderal Kementerian Pertahanan Israel Mayor Jenderal Amir Baram seperti dilansir AP mengatakan bahwa satelit baru bernama Ofek 19 ini merupakan bagian dari strategi besar Israel untuk mempertahankan pengawasan terus-menerus dan serentak atas setiap titik di seluruh Timur Tengah.
Program angkasa luar Israel sudah berlangsung selama puluhan tahun dan terus berkembang. Dalam beberapa tahun terakhir, Israel menambah jumlah satelit yang mereka miliki melalui beberapa peluncuran baru. Hal ini membuat Israel masuk dalam kelompok kecil negara di dunia yang memiliki teknologi canggih untuk memantau wilayah dengan citra resolusi tinggi sekaligus mengumpulkan intelijen dari angkasa luar, sebuah kemampuan yang hanya dimiliki oleh negara-negara dengan teknologi pertahanan dan kedirgantaraan maju.
Industri kedirgantaraan dan pertahanan merupakan pilar ekonomi Israel, dan perusahaan pembuat satelit itu, Israel Aerospace Industries, membangun serta menjual satelit, sistem rudal, drone, dan pesawat ke Israel maupun ke negara-negara di Eropa, Asia, dan Amerika Utara.