Liputan6.com, Jakarta - Sejak diumumkan bahwa Lady Gaga akan muncul di bagian ke-2 Wednesday Season 2, penggemar telah berspekulasi tentang peran apa yang akan ia mainkan. Pertanyaan itu akhirnya terjawab di episode enam, "Woe Thyself," ketika Gaga muncul sebagai hantu Rosaline Rotwood, seorang Raven seperti Wednesday, yang diperankan Jenna Ortega.
Melansir Hollywood Reporter, Kamis (4/9/2025), para penulis menciptakan latar belakang dan biografi Rotwood untuk kemudian dieksekusi desainer Mark Sutherland dan Colleen Atwood dalam pemilihan busana untuk musim ini. "Untuk menciptakan pakaian hantunya (Rosaline Rotwood), kami kembali ke tempat asalnya dan mengambil siluet penampilannya dari periode tersebut, yaitu tahun 1930-an, dan itu memberi kami bentuk yang sempurna," kata Sutherland.
Advertisement
"Dia adalah Raven, jadi ada beberapa elemen: kami menyulam bulu-bulu di lengan baju yang bisa dilihat sekilas saat terkena cahaya. Ada juga sedikit pinggiran bulu, jadi saat dia melayang, ada sedikit gerakan yang kami buat dengan memasang kerudung besar yang sangat tipis di atasnya agar terlihat seperti hantu."
Mendalami Karakter
Hasilnya, sebut Sutherland, "bagus karena cahayanya menyinari dari atas. "Menurut saya, itu pengungkapan yang luar biasa," imbuhnya.
Meski Stefani Germanotta dikenal jutaan orang sebagai satu karakter, yakni Lady Gaga, Sutherland mengatakan, ia sepenuhnya berkomitmen untuk melepaskan citra tersebut demi mendukung dunia Wednesday. "Dia sangat menyukai karakternya, dia menyukai serial itu," katanya.
"Jadi, senang sekali bisa bekerja sama dengannya karena ini semua tentang karakter itu (Rotwood), bukan tentang karakter Lady Gaga."
Momen fesyen yang lebih besar lagi terjadi di episode tujuh, "Woe Me the Money," ketika Nevermore jadi tuan rumah gala penggalangan dana yang diatur Kepala Sekolah Dort, yang diperankan Steve Buscemi. Keluarga Addams, bersama sebagian besar pemeran, mengenakan pakaian pesta terbaik mereka yang terinspirasi dari abad ke-18 untuk acara tersebut.
Momen Fesyen
Gala yang memukau ini membutuhkan persiapan selama satu musim penuh, kata Atwood. Para desainer tetap mengingat tema tersebut dan mulai mengumpulkan bahan-bahan, bahkan saat mereka mempersiapkan episode-episode awal, menyaring inspirasi Venesia kuno untuk gala tersebut melalui sudut pandang modern.
"Itu berkembang seiring Anda bekerja dan syuting," ujarnya. "Orang-orang yang membuat pakaian di ruang kerja kami, kapan pun mereka punya waktu luang di luar pekerjaan rutin, (mereka mengicil) membuat korset atau melakukan sesuatu yang sangat menyenangkan. Karena membuat hal-hal seperti itu cukup langka, dan itu sangat menyenangkan."
Selain konstruksi kostum yang dikerjakan tim mereka sendiri, para desainer bermitra dengan ruang kerja di Italia dan Inggris untuk membuat barang-barang, dengan Atwood dan Sutherland memantau perkembangannya secara berkala sambil mereka mendesain kostum para aktor utama.
Favorit Para Desainer
Dari sekian banyak penampilan dalam episode ini, ada beberapa pakaian yang menonjol bagi setiap desainer. Bagi Sutherland, kostum badut Pugsley, yang diperankan Isaac Ordonez, adalah yang paling menonjol. "Setiap elemen, setiap segitiga, dipotong dan disatukan dengan sempurna dengan jalinan yang indah ini," ujarnya.
"Saya sangat menyukai penampilannya dalam kostum itu, karena ada banyak gaun lebar, topeng, dan aksen lain." Favorit lainnya? "Tentu saja, Morticia," katanya. "Seluruh keluarga, saat menuruni tangga, menurut saya, mereka tampak luar biasa. Bukan hanya satu kostum, tapi keseluruhan penampilannya."
Catherine Zeta-Jones mengenakan gaun hitam beraksen emas dan pinggang yang dilebih-lebihkan, serta hiasan kepala hitam yang senada. Sementara itu, Luis Guzmán, sebagai Gomez, mengenakan kemeja berumbai dan mantel bersulam rumit yang mengingatkan pada masa-masa sang aktor di film Count of Monte Cristo.