Pengakuan Orang Tua di Lampung Usai Anaknya Diduga Keracunan Menu MBG

Hasil uji laboratorium menemukan bakteri Escherichia coli (E.coli) pada air yang digunakan dapur penyedia MBG di wilayah Tirtayasa.

oleh Ardi MuntheDiperbarui 03 September 2025, 18:11 WIB
Menu MBG yang Dikonsumsi Ratusan Siswa Dua Sekolah di Bandar Lampung Diduga Sebabkan Keracunan (Foto: Istimewa).

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 247 siswa dari dua sekolah di Bandar Lampung mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Salah satunya di SDN 2 Sukabumi, Kecamatan Sukabumi, Bandar Lampung.

Orang tua menceritakan kondisi anak-anak mereka saat mengalami keracunan. Alifa Febrial, siswi kelas 1A, mendadak sakit setelah menyantap menu MBG di sekolah.

"Kejadiannya kalau tidak salah hari Selasa, waktu itu menunya rolade sama sayur sawi," kata ibunda Alifa, Yuli Agustina, Rabu (3/9/2025).

Pusing dan Sakit Perut

Ratusan Siswa di Dua Sekolah Lampung Keracunan MBG, Air Dapur Tercemar Bakteri E. Coli

Alifa mendadak sakit perut dan pusing setelah menyantap makanan yang disajikan. Awalnya, Yuli mengira kondisi anaknya tersebut hanya sakit perut biasa. Namun keluhan itu terus berlanjut hingga malam hari.

"Karena mengeluh sakit terus dan enggak sembuh-sembuh, anak saya akhirnya dirawat di Puskesmas Rajabasa Indah, udah satu hari dirawat,” tuturnya.

Yuli bilang, pihak sekolah sempat memberikan izin libur saat anaknya menjalani perawatan. Namun, dia menyayangkan tidak ada guru atau pihak sekolah yang datang menjenguk.

"Libur iya, tapi menjenguk tidak ada," katanya.

Bukan Kasus Tunggal

Menurut Yuli, bukan hanya putrinya yang mengalami gejala serupa. Beberapa siswa lain juga jatuh sakit pada hari yang sama.

“Di kelas satu ada dua orang, satu dirawat di RS Urip Sumoharjo, satu lagi anak saya di puskesmas. Lalu di kelas 4 ada sekitar empat siswa,” terang dia.

Air di Dapur Penyedia MBG Mengandung E.coli

Kasus keracunan massal ini sebelumnya telah ditangani Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung. Hasil uji laboratorium menemukan bakteri Escherichia coli (E.coli) pada air yang digunakan dapur penyedia MBG di wilayah Tirtayasa.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya