Warren Buffett Kecewa Rencana Pisah Kraft Heinz, Sahamnya Langsung Anjlok

Warren Buffett menyebut bahwa Greg Abel, calon penggantinya di Berkshire Hathway akhir tahun ini, turut menyampaikan kekecewaannya terhadap keputusan Kraft Heinz.

oleh Sekar FebrianiDiterbitkan 03 September 2025, 19:40 WIB
Peringkat kedua diikuti oleh pemilik Berkshire Hathaway, Warren Buffett. Kekayaan pria 86 tahun ini mencapai US$ 75,6 miliar atau sekitar Rp 1.005 triliun. (NYC)

Liputan6.com, Jakarta - Miliarder sekaligus investor kawakan Warren Buffett menyatakan kekecewaannya terhadap rencana pemecahan Kraft Heinz. Pemecahan ini secara otomatis membatalkan merger besar yang dipimpinnya sepuluh tahun lalu.

Dengan kepemilikan saham sebesar 27,5%, Berkshire Hathway milik Buffet menjadi investor terbesar Kraft Heinz. Perusahaan ini mempertahankan seluruh sahamnya sejak merger dua perusahaan pada 2015.

Harga saham Kraft Heinz langsung merosot tajam lebih dari 7% setelah komentar mengejutkan dari Buffett tersebut.

Dikutip dari CNBC, Rabu (3/9/2025), Buffett menyampaikan pendapatnya kepada Becky Quick dari CNBC pada Selasa bahwa merger kedua perusahaan bukanlah ide brilian, namun ia juga tidak yakin memecah perusahaan akan menyelesaikan masalahnya.

Buffett menyebut bahwa Greg Abel, calon penggantinya di Berkshire Hathway akhir tahun ini, turut menyampaikan kekecewaannya terhadap keputusan Kraft Heinz.

Pihak Kraft Heinz hingga kini belum merespons permintaan media untuk berkomentar terkait pernyataan Buffett mengenai kesepakatan tersebut.

Rencana pemecahan perusahaan yang diumumkan Selasa kemarin akan membagi Kraft Heinz menjadi 2 perusahaan: perusahaan pertama akan fokus pada saus, olesan, dan makanan kemasan tahan lama, sedangkan perusahaan kedua akan mengelola produk pokok Amerika Utara seperti Oscar Mayer, Kraft Singles, dan Lunchables.

Merger di 2015

Perusahaan makanan besar dunia, Kraft Heinz, menyatakan akan menutup tujuh pabrik di Amerika Utara.

Pada 2015, Berkshire Hathway berkolaborasi dengan perusahaan investasi swasta 3G Capital menggabungkan Kraft Foods dengan H.J. Heinz. Namun 3G Capital perlahan mundur dari investasinya di Kraft Heinz pada 2023, setelah bertahun-tahun mengurangi kepemilikan sahamnya karena perusahaan mengalami kesulitan.

Meskipun memiliki deretan merek terkenal seperti Oscar Mayer dan Velveeta, penjualan Kraft Heinz justru mengalami penurunan pasca merger. Konsumen yang semakin peduli terhadap kesehatan mulai mengurangi konsumsi makanan kemasan dan lebih memilih bahan makanan segar di area pinggir supermarket.

Beberapa pengamat pasar menilai kemerosotan perusahaan disebabkan oleh kebijakan penghematan biaya yang menghalangi Kraft Heinz untuk berinvestasi pada brand-brandnya di saat yang paling krusial

Untuk memperbaiki kondisi perusahaan, Kraft Heinz melepas sejumlah merek seperti merek kacang Planters dan sebagian merek keju miliknya. Disisi lain, perusahaan juga mulai berinvestasi untuk memperkuat merek unggulannya seperti Lunchables dan Capri Sun.

Pada Mei lalu, manajemen Kraft Heinz mengungkapkan bahwa mereka sedang mempertimbangkan perubahan strategis dan rencana kesepakatan bisnis.

 

Nasib Kelam Merger Kraft Heinz

Semenjak penggabungan rampung di 2015, harga saham Kraft Heinz merosot tajam hampir 70%. Hingga penutupan Jumat lalu, menyeret nilai pasar perusahaan turun menjadi USD 33 miliar.

Meskipun investor lain sudah kehilangan kepercayaan pada Kraft Heinz, Buffett tetap mendukung perusahaan tersebut. Namun, setelah kuartal yang buruk pada 2019, ia sempat mengaku kepada CNBC bahwa Berkshire membayar terlalu mahal untuk Kraft.

Terkait masa depan Berkshire sebagai investor Kraft Heinz, Buffet mengatakan kepada CNBC bahwa Berkshire akan mengambil langkah terbaik bagi kepentingan perusahaan. Apabila ada pihak yang ingin membeli kepemilikan saham Berkshire, mereka tidak akan menerima tawaran kecuali investor lain juga mendapat tawaran serupa.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya