Pimpinan DPR Temui Pendemo, BEM SI Desak Pembentukan Tim Investigasi Usut Kekerasan Aparat dan Isu Makar

Pimpinan DPR yakni Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Saan Mustopa, dan Cucun Syamsurijal menerima perwakilan pendemo yakni BEM SI di Ruang Abdul Muis, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (3/9/2025).

oleh Delvira HutabaratDiperbarui 03 September 2025, 16:16 WIB
Pimpinan DPR menerima perwakilan pendemo yakni BEM SI di Ruang Abdul Muis, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (3/9/2025). (Liputan6.com/Delvira Hutabarat)

Liputan6.com, Jakarta - Pimpinan DPR yakni Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Saan Mustopa, dan Cucun Syamsurijal menerima perwakilan pendemo yakni Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di Ruang Abdul Muis, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (3/9/2025).

Perwakilan BEM SI, Ketua BEM UI Agus Setiawan menyampaikan orasinya di depan pimpinan DPR agar membentuk tim investigasi usut kekerasan aparat selama demo Agustus-September.

"Kami ingin ada pembentukan tim Investigasi yang independen untuk mengusut tuntas berbagai kekerasan yang terjadi sepanjang bulan Agustus ini juga dengan dugaan makar yang keluar dari mulut bapak Presiden Prabowo Subianto," ujar Agus, Rabu (3/9/2025).

Agus mendesak adanya investigasi untuk mengusut tuntas semua tudingan ke pendemo.

"Sehingga apa yang disampaikan bapak presiden dapat dibuktikan, karena kami dari gerakan merasa dirugikan dengan statement tersebut yang kemudian menghalangi gerakan kami kedepan," terang dia.

Tuntutan kedua, lanjut Agus, yakni perlu perhatian mengenai kondisi ekonominya, banyaknya PHK Sementara tunjangan DPR naik.

"Ekonomi lesu daya beli masyarakat menurun, kok bisa ada wakil rakyat yang justru kabarnya tunjungannya dinaikkan dan ketika ada kabar tersebut terjadi simbolisasi joget-joget yang kemudian hati kami sedih bapak-bapak sekalian. Kami seakan-akan dimanfaatkan saat momen pemilunya saja," ucap Agus.

 

Demo yang Tertunda

Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) membawa poster dalam unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Senin (21/10/2019). Salah satu tuntutannya adalah meminta Presiden Jokowi menerbitkan Perppu untuk UU KPK yang direvisi. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Mahasiswa menggelar demo hari ini lantaran sebelumnya Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan memutuskan membatalkan rencana aksi unjuk rasa di Jakarta pada Selasa 2 September 2025.

Bukan tanpa alasan, Koordinator Pusat BEM SI Kerakyatan Muhammad Ikram mengungkap salah satu pertimbangan karena melihat situasi di lapangan yang dinilainya kurang kondusif.

"Melihat kondisi di wilayah Jakarta dan beberapa daerah yang semakin abstrak dan tidak kondusif karena banyaknya kerusuhan, itu adalah tindakan yang jauh dari harapan kami," kata Koordinator Pusat BEM SI Kerakyatan Muhammad Ikram dalam keterangannya, Senin malam 1 September 2025.

Dia menyampaikan, demo tetap akan digelar. Namun, bukan pada hari hari, melainkan menunggu momentum yang tepat.

"Daripada itu kami memilih untuk mundur selangkah dan memastikan kalau tetap bakal ada aksi di waktu yang tepat guna tersampaikannya aspirasi dan keresahan ini dengan baik," ucap dia.

Polda Metro Jaya bersama TNI kembali menggelar patroli skala besar di sekitar kawasan Jakarta. Total, ada 350 personel gabungan yang dikerahkan.

Karoops Polda Metro Jaya, Kombes I Ketut Gede Wijatmika, menyampaikan patroli ini bertujuan menjaga keamanan sekaligus memastikan warga bisa kembali beraktivitas normal.

“Perlu saya sampaikan tadi saya sudah jelaskan tujuan kita dalam melaksanakan patroli skala besar ini tidak ada lain dan bukan untuk menjaga keamanan, kenyamanan, di lingkungan Kota Jakarta ini," kata dia di Polda Metro Jaya, Senin (1/9/2025).

Dia menjelaskan, patroli digelar secara bergantian setiap dua jam sekali dengan rute berbeda supaya seluruh wilayah terjangkau. Tim juga akan masuk hingga ke gang-gang kecil demi memastikan situasi kondusif.

"Kekuatan bervariasi, ada kalanya patroli skala kecil dan besar. Skala kecil kita masuk ke gang-gang sehingga masuk ke segala penjuru. Untuk saat ini 350 (personel) kita libatkan dari beberapa fungsi," ujar dia.

 

Polda Metro Patroli 2 Jam Sekali, Pastikan Jakarta Aman

Personel Polri mengikuti apel gabungan gelar pasukan di Silang Monas, Jakarta, Senin (11/4/2022). Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 5.620 pasukan gabungan Polri-TNI dalam rangka pengamanan aksi unjuk rasa BEM SI. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Polda Metro Jaya bersama TNI kembali menggelar patroli skala besar di sekitar kawasan Jakarta. Total, ada 350 personel gabungan yang dikerahkan.

Karoops Polda Metro Jaya, Kombes I Ketut Gede Wijatmika, menyampaikan patroli ini bertujuan menjaga keamanan sekaligus memastikan warga bisa kembali beraktivitas normal.

"Perlu saya sampaikan tadi saya sudah jelaskan tujuan kita dalam melaksanakan patroli skala besar ini tidak ada lain dan bukan untuk menjaga keamanan, kenyamanan, di lingkungan Kota Jakarta ini," kata dia di Polda Metro Jaya, Senin 1 September 2025.

Dia menjelaskan, patroli digelar secara bergantian setiap dua jam sekali dengan rute berbeda supaya seluruh wilayah terjangkau. Tim juga akan masuk hingga ke gang-gang kecil demi memastikan situasi kondusif.

"Kekuatan bervariasi, ada kalanya patroli skala kecil dan besar. Skala kecil kita masuk ke gang-gang sehingga masuk ke segala penjuru. Untuk saat ini 350 (personel) kita libatkan dari beberapa fungsi," ujar dia.

"Kita bergantian setiap dua jam sekali ataupun rute yang berbeda dengan maksud semua bisa kita jangkau, semua bisa kita memberikan keteduhan di tengah-tengah masyarakat. Kita berganti sampai pagi, tadi pagi itu jam 2 jam 3 sampai ke Pasming beberapa macam," sambung dia.

Dia menekankan, keamanan bukan hanya tugas polisi dan TNI, tapi tanggung jawab bersama. Ketut mengapresiasi peran masyarakat yang ikut menjaga lingkungan.

"Saya terima kasih kepada teman-teman pokmas untuk menjaga lingkungan masing-masing. Ini harapan kita bahwa keamanan menjadi tidak hanya kepada aparat kepolisian atau TNI. Tapi tanggung jawab kita bersama. Mari kita nenjaga situasi di Jakarta tetap kondusif," ucap dia.

Infografis Kronologi Demo 28 Agustus 2025 Berujung Ricuh. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya