Top 3 News: Polisi Ungkap Dua Penyebab Direktur Lokataru Foundation Ditangkap

Polisi membenarkan telah menangkap Direktur Lokataru Foundation Delpedro Marhaen. Penangkapan dilakukan oleh Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Senin malam 1 September 2025. Itulah top 3 news hari ini.

oleh Devira PrastiwiAdy AnugrahadiMuhammad Radityo PriyasmoroTim NewsDiperbarui 03 September 2025, 10:24 WIB
Pihak Polda Metro Jaya memperlihatkan unggahan Direktur Lokataru Foundation, Delpedro Marhaen, yang diduga untuk menghasut terjadinya kerusuhan di depan gedung DPR. (Foto: Liputan6.com/Ady Anugrahadi).

Liputan6.com, Jakarta - Polisi membenarkan telah menangkap Direktur Lokataru Foundation Delpedro Marhaen. Penangkapan dilakukan oleh Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Senin malam 1 September 2025. Itulah top 3 news hari ini.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi memastikan penangkapan Direktur Lokataru Foundation Delpedro Marhaen dilakukan sudah sesuai prosedur.

Dia mengatakan, Delpedro Marhaen diduga menyebar informasi bohong yang menimbulkan keresahan, serta merekrut anak untuk ikut aksi anarkis.

Sementara itu, polisi sudah menangkap belasan orang terduga penjarah rumah Anggota DPR Surya Utama atau yang kerap disapa Uya Kuya di kawasan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur pada Sabtu malam 30 Agustus 2025.

Menurut Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Dicky Fertoffan, sudah belasan orang yang diamankan. Namun dia belum merinci total jumlah pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka terkait kejadian di rumah politisi PAN itu.

Berita terpopuler lainnya di kanal News Liputan6.com adalah terkait Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Anis Hidayah mencatat, berdasarkan data monitoringnya, 10 warga sipil meninggal akibat kerusuhan aksi demo di akhir Agustus 2025.

Selain korban meninggal dunia, Anis mengaku juga mendapat laporan soal penangkapan sewenang-wenang oleh aparat keamanan. Jumlahnya cukup banyak.

Anis turut melaporkan, data Komnas HAM juga mencatat mengenai rusaknya fasilitas publik di pelbagai tempat, penjarahan di rumah pribadi, perselusi dan penangkapan aktivis yang terjadi terhadap Direktur Eksekutif Lokataru Delpedro Marhaen.

Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com sepanjang Selasa 2 September 2025:

1. Polisi Ungkap Dua Penyebab Direktur Lokataru Foundation Ditangkap

Direktur Eksekutif Lokataru Foundation, Delpedro Marhaen. (Foto: Akun Instagram @lokataru_foundation).

Polisi membenarkan telah menangkap Direktur Lokataru Foundation Delpedro Marhaen. Penangkapan dilakukan oleh Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Senin malam 1 September 2025.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi memastikan penangkapan dilakukan sudah sesuai prosedur.

"Jadi benar Polda Metro Jaya dalam hal ini penyidik dari Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya telah melakukan penangkapan terhadap saudara DFR atas dugaan melakukan ajakan, hasutan yang provokatif untuk melakukan aksi anarkis dengan melibatkan pelajar termasuk anak," kata dia di Polda Metro Jaya, Selasa 2 September 2025.

 

Selengkapnya...

2. Polisi Sebut Penjarah Rumah Uya Kuya Didominasi Warga Sekitar, Provokator Masih Diburu

Sekeliling rumah Uya Kuya di Pondok Bambu, Jakarta Timur, ditutup dengan seng setelah dijarah massa pekan lalu. Denise Chariesta kirim karangan bunga.

Polisi sudah menangkap belasan orang terduga penjarah rumah Anggota DPR Surya Utama atau yang kerap disapa Uya Kuya di kawasan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur pada Sabtu malam 30 Agustus 2025.

"Sudah belasan orang yang diamankan. Ada dua pokok perkara yang terjadi malam itu, penyerangan terhadap petugas dan penjarahan," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Dicky Fertoffan saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa 2 September 2025.

Namun dia belum merinci total jumlah pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka terkait kejadian di rumah politisi PAN itu.

 

Selengkapnya...

3. Data Komnas HAM Hingga 2 September 2025: 10 Orang Meninggal Akibat Kerusuhan Demo

Rheza Sendy Mahasiswa Amikom Yogya Meninggal saat Demo. (Liputan6.com/Purnomo Edi)

Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Anis Hidayah mencatat, berdasarkan data monitoringnya, 10 warga sipil meninggal akibat kerusuhan aksi demo di akhir Agustus 2025. 

"Sejauh ini tercatat setidaknya 10 orang korban meninggal dunia, dimana beberapa di antaranya diduga kuat mengalami kekerasan dan penyiksaan oleh aparat. Tapi ini masih kami selidiki dan penyebab yang lainnya," kata Anis saat jumpa pers di Kantor Komnas HAM Jakarta, Selasa 2 September 2025.

Selain korban meninggal dunia, Anis mengaku juga mendapat laporan soal penangkapan sewenang-wenang oleh aparat keamanan. Jumlahnya cukup banyak.

 

Selengkapnya...

Infografis Titik-Titik Demo 29 Agustus 2025. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya