Gelar Istighosah, DEMA PTKIN Doa Bersama untuk Kedaulatan Bangsa

Kegiatan ini diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai kampus se-Provinsi Banten dan para ulama yang turut memimpin doa dan tausiyah.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiperbarui 03 September 2025, 08:05 WIB
Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (DEMA PTKIN) menggelar Istighosah dan doa bersama di Kampus 1 UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten, Selasa (2/9/2025) (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (DEMA PTKIN) menggelar Istighosah dan doa bersama di Kampus 1 UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten, Selasa (2/9/2025). Acara digelar dengan mengambil tema “Doa Rakyat untuk Kedaulatan Bangsa Indonesia”.

Koordinator Pusat DEMA PTKIN, Muhammad Syahrus Sobirin mengatakan, kegiatan dihelatnya diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai kampus se-Provinsi Banten dan para ulama yang turut memimpin doa dan tausiyah.

"Suasana khidmat tercipta ketika peserta bersama-sama memanjatkan doa untuk keselamatan, persatuan, dan kedaulatan bangsa," kata Sobirin dalam keterangan tertulisnya.

Sobirin menegaskan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi bangsa yang tengah menghadapi berbagai tantangan.

“Istighosah ini adalah ikhtiar spiritual agar bangsa Indonesia tetap terjaga kedaulatannya. Kami ingin mahasiswa berperan aktif, tidak hanya dalam gerakan intelektual, tetapi juga dalam menjaga persatuan melalui doa dan kebersamaan,” jelas Sobirin.

 

Soroti Kasus Affan Kurniawan

Selain doa untuk bangsa, Sobirin juga menyoroti peristiwa meninggalnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang menjadi korban dalam aksi unjuk rasa di Jakarta pekan lalu. Sebagai bentuk penghormatan, mahasiswa bersama para ulama melaksanakan tabur bunga dan penyalaan lilin di halaman kampus.

Sobirin mengatakan, proses tersebut menjadi simbol doa dan solidaritas, sekaligus seruan agar tragedi serupa tidak kembali terjadi di Indonesia.

“Kami mendesak dibentuk tim investigasi terbuka dengan melibatkan masyarakat sipil. Kasus almarhum Affan harus diusut tuntas, dan pelaku diproses hukum secara adil. Kami juga mendukung Polri menindak tegas setiap bentuk anarkisme,” tegas Sobirin.

Melalui kegiatan ini, Sobirin berharap DEMA PTKIN dapat menjadikan momentum istighosah untuk memperkuat silaturahmi antar mahasiswa dan masyarakat.

"Sekaligus kami ingin meneguhkan komitmen menjaga persatuan, kedaulatan bangsa, serta mengawal demokrasi agar tetap sesuai cita-cita luhur bangsa Indonesia," dia menandasi.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya