Liputan6.com, Jakarta - Kapten Manchester United Bruno Fernandes menjadi penentu kemenangan timnya saat Setan Merh mengalahkan Burnley 3-2 pada laga Liga Inggris, akhir pekan lalu, di Old Trafford.
Bruno Fernandes tidak membuat kesalahan dari titik penalti di menit-menit akhir pertandingan untuk memberi MU kemenangan pertama mereka di musim 2025/2026.
Advertisement
Meski meraih hasil positif, tekanan pada Ruben Amorim tetap ada, dan beberapa orang mempertanyakan posisinya setelah tersingkir dari Piala Carabao pekan lalu melawan Grimsby.
Karenanya, Amorim, 40 tahun, berharap para pemain baru yang datang musim panas ini - Matheus Cunha, Enzo Kana-Biyik, Diego Leon, Bryan Mbeumo, Benjamin Sesko, dan Senne Lammens - dapat memperbaiki performa timnya setelah jeda internasional.
Namun, tidak semua orang, termasuk mantan gelandang MU, Paul Scholes, yakin dengan sistem yang diterapkan pelatih asal Portugal tersebut. Dalam episode Debat Penggemar Overlap, Scholes membahas kesulitan United saat ini dengan mantan bek Liverpool, Jamie Carragher.
Tak Disiplin Jadi Gelandang Tengah
“Saya pikir banyak tim bagus yang sudah membenahi lini tengahnya," kata Scholes. “Terlalu banyak keraguan di lini tengah, bayangkan Casemiro – dia pemain yang brilian, tapi kita tahu kekurangannya, bukan?
“Fernandes (dan Casemiro), mereka berdua yang akan ia pasangkan, dan Fernandes bagi saya, dia pemain yang mengisi posisi gelandang – dia mungkin bisa lolos dengan posisi itu untuk satu, dua, atau tiga pertandingan. Namun, dia tidak punya disiplin untuk menjadi gelandang tengah.”
Dinilai Bukan Perekrutan yang Bagus
Baik Fernandes maupun Casemiro sejauh ini telah menjadi starter di ketiga pertandingan Liga Primer musim ini. Sementara Kobbie Mainoo dan Manuel Ugarte terpaksa menonton dari bangku cadangan.
“Membawa dua pemain bernomor punggung sepuluh (Cunha dan Mbeumo) apakah itu benar-benar perlu? Anda pikir Anda punya Mason Mount, Kobbie Mainoo bisa melakukan itu. Jika Anda sudah melakukan itu dan membuang-buang sedikit uang dan tidak bisa mendapatkan gelandang atau penjaga gawang, itu bukan perekrutan yang bagus, bukan?
“Saya tidak bisa memperbaiki banyak masalah yang ada di tim, yaitu dua gelandang tengah, dan penjaga gawang yang sangat besar,” kata Scholes.
Perbaikan Lini Tengah Bukan Prioritas MU
Terlepas dari pendapat Scholes, MU memang tidak mempertimbangkan untuk merekrut gelandang selama bursa transfer musim panas.
Sumber-sumber klub menyatakan bahwa lini tengah tidak pernah menjadi prioritas karena sudah memiliki opsi yang dianggap kuat dan serbaguna oleh klub.
MU kini memiliki jeda dua minggu sebelum musim Liga Inggris mereka dilanjutkan dengan perjalanan melintasi Manchester ke Etihad. Mereka akan menghadapi Manchester City pada 14 September.