Liputan6.com, Jakarta PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) mengumumkan langkah strategis untuk memperkuat penetrasi pasar Asia Pasifik. Dengan menjalin kemitraan eksklusif bersama perusahaan asal Korea Selatan, Genewel Co Ltd yang dikenal dalam pengembangan biomaterial medis, produk anti perlengketan (anti‑adhesion agents) dan teknologi perawatan luka terkini (advanced wound care).
Melalui perjanjian kerjasama, PYFA memperoleh hak eksklusif sebagai distributor untuk produk unggulan Genewel, termasuk Medifoam, Welpass, dan Guardix-SG, di Indonesia dan negara-negara di Asia Tenggara.
Advertisement
Hak eksklusif ini mencakup kewenangan penuh untuk mengurus pendaftaran izin edar, impor, pemasaran, penjualan, hingga pengelolaan jaringan sub distributor di wilayah yang ditetapkan.
CCO PYFA Antes Eko Prasetio mengungkapkan, permintaan terhadap solusi perawatan luka di Asia Tenggara diperkirakan akan menunjukan pertumbuhan yang kuat dalam beberapa tahun mendatang.
"Tren ini didukung oleh peningkatan permintaan untuk anti-adhesion barrier, seiring dengan meningkatnya jumlah prosedur bedah yang signifikan di kawasan Asia Tenggara," ujar dia, Selasa (2/9/2025).
Melalui kemitraan ini, PYFA target mengakselerasi pangsa pasar di segmen tersebut. Sekaligus memperkuat brand positioning sebagai penyedia solusi kesehatan terintegrasi berstandar global.
Dorong Penetrasi Pasar Lintas Negara
Antes melanjutkan, kemitraan ini bukan hanya memperluas jangkauan geografis, tapi juga meningkatkan kapasitas perseroan dalam menghadirkan inovasi kesehatan berstandar dunia.
"Kami optimistis dapat mendorong penetrasi pasar, membangun sinergi distribusi lintas negara, dan memberikan solusi kesehatan yang relevan bagi masyarakat di Asia Tenggara, termasuk Indonesia," imbuh dia.
CEO Genewel Sang Deok Han meyakini, kemitraan strategis dengan PYFA bakal memperkuat distribusi produk perusahaan di lingkup internasional, utamanya pasar ASEAN.
"Bersama PYFA, kami tidak hanya memperluas pasar produk Genewel, tapi juga turut berkontribusi dalam meningkatkan standar layanan kesehatan di Asia Tenggara. Kami percaya kolaborasi ini akan membuka peluang pertumbuhan jangka panjang yang saling menguntungkan," tuturnya.