Premier League Pecahkan Rekor Belanja Rp66,7 Triliun: Liga-Liga Lain Cuma Bisa Nonton!

Premier League memecahkan rekor belanja transfer musim panas 2025 dengan total Rp66,7 triliun. Liverpool jadi sorotan usai merekrut Isak seharga Rp2,7 triliun.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 02 September 2025, 10:06 WIB
Alejandro Garnacho saat diperkenalkan sebagai pemain Chelsea. (X/Chelsea)

Liputan6.com, Jakarta Premier League kembali menegaskan statusnya sebagai liga paling kaya di dunia. Musim panas 2025, klub-klub Inggris mencatatkan total belanja transfer lebih dari 3 miliar pounds (sekitar Rp66,7 triliun). Angka itu memecahkan rekor sepanjang sejarah sepakbola.

Rekor ini lahir berkat transfer besar pada deadline day, dengan sorotan utama kepindahan Alexander Isak dari Newcastle ke Liverpool senilai 125 juta pounds (sekitar Rp2,7 triliun). Angka fantastis ini menjadi transfer termahal dalam sejarah sepakbola Inggris.

Tak hanya Isak, sederet transfer lain menutup jendela musim panas dengan gebrakan. Yoane Wissa, Kevin, hingga Harvey Elliott jadi bagian dari pergerakan aktif klub Premier League dalam membangun skuad.

Kini, perhatian beralih pada bagaimana dominasi finansial Premier League mengubah ekosistem sepakbola Eropa. Klub-klub dari Bundesliga, La Liga, Serie A, hingga Ligue 1 dipaksa menjadi “pemasok” bagi Inggris.


Deadline Day: Isak Pecahkan Rekor, Klub Inggris Ramai Aktivitas

Liverpool mendatangkan Alexander Isak dari Newcastle United pada hari terakhir bursa transfer musim panas 2025. (Dok. liverpoolfc.com)

Deadline day bursa transfer Premier League awalnya terbilang tenang. Namun, ketenangan itu pecah ketika Liverpool mengumumkan perekrutan Isak dengan mahar 125 juta pounds (sekitar Rp2,7 triliun). Transfer ini baru dikonfirmasi sekitar pukul 21.30 waktu setempat, usai batas pengumpulan dokumen resmi.

Crystal Palace menolak melepas kapten mereka, Marc Guehi, meski ada minat kuat dari klub besar. Alasan utama: Mereka kesulitan mencari pengganti dalam waktu singkat. Situasi ini membuat transfer sang bek Inggris batal terwujud.

Newcastle yang ditinggal Isak langsung bergerak cepat. Mereka memboyong Yoane Wissa dari Brentford dengan biaya 55 juta pounds (sekitar Rp1,2 triliun). Sementara itu, Fulham juga membuat rekor klub dengan mendatangkan winger asal Brasil, Kevin, dari Shakhtar Donetsk seharga 34,6 juta pounds (sekitar Rp769 miliar).

Manchester United pun aktif di deadline day. Mereka membawa kiper Belgia, Senne Lammens, dari Royal Antwerp dengan biaya awal 18,1 juta pounds (sekitar Rp402 miliar). Selain itu, Jadon Sancho dipinjamkan ke Aston Villa, yang juga sukses mengamankan Harvey Elliott dari Liverpool dengan opsi pembelian.


Liverpool Jadi Raja Belanja: Rekor Baru Sepanjang Masa

Florian Wirtz, pemain Liverpool mulai musim 2025/26. (@LFC)

Jika musim lalu Liverpool cukup pasif di pasar transfer, musim panas kali ini mereka total habis-habisan. Perekrutan Isak membuat total belanja mereka mencapai 415 juta pounds (sekitar Rp9,2 triliun). Angka ini mencatatkan rekor sebagai pengeluaran terbesar klub tunggal dalam satu jendela transfer.

Lanjut Baca:

Rekor sebelumnya dipegang Chelsea pada musim panas 2023 dengan total 400 juta pounds (sekitar Rp8,8 triliun). Kini, catatan itu resmi dipecahkan Liverpool. Deretan nama seperti Florian Wirtz (116 juta pounds / sekitar Rp2,5 triliun) dan Hugo Ekitike (79 juta pounds / sekitar Rp1,7 triliun) mempertegas agresivitas The Reds. Tak hanya sektor depan, Liverpool juga memperkuat lini belakang dan kiper. Mereka merekrut Jeremie Frimpong (29,5 juta pounds / sekitar Rp655 miliar), Giorgi Mamardashvili (29 juta pounds / sekitar Rp644 miliar), serta bek muda Giovanni Leoni (26 juta pounds / sekitar Rp578 miliar). Eks kiper Manchester City, Joe Hart, menyebut langkah Liverpool sebagai upaya pamer besar-besaran. Menurutnya, kombinasi pemain baru ini bisa mengubah arah persaingan gelar Premier League musim ini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya