Terungkap, Biang Kerok Beras SPHP Kosong di Swalayan Cs

Beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) banyak dibeli konsumen. Hal ini menyebabkan stok di sebagian toko ritel moderen menipis bahkan habis.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 01 September 2025, 21:40 WIB
Beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP). (Dok Bulog)

Liputan6.com, Jakarta Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) banyak dibeli konsumen. Hal ini menyebabkan stok beras SPHP di sebagian toko ritel moderen menipis bahkan habis.

Menurutnya, Bulog telah menyalurkan ke seluruh toko ritel modern termasuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Kosongnya stok di toko ritel imbas belum terkirimnya pasokan tambahan.

"Nah, mungkin ini kan karena saking banyaknya yang beli, ya, sehingga sempat kosong harus pemesanan berikutnya. Nah, ini kan perlu proses," kata Rizal, ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (1/9/2025).

Dia menuturkan, beras SPHP juga disalurkan ke gerakan pangan murah (GPM) yang digelar pemerintah dan BUMN di banyak lokasi. Meski permintaannya tinggi, Rizal memastikan Bulog akan segera menyalurkannya dalam waktu dekat.

"Mungkin ini lagi proses nambah ulang lagi. Tapi diyakinkan semua terkirim. Ya, secepatnya. Kita kalau perlu hari ini, hari ini. Semua nonstop. Teman-teman Bulog hari ini tanggalannya hitam semua, enggak ada yang tanggal merah," ucapnya.

Dia turut meminta toko ritel moderen untuk segera memesan lagi beras SPHP ke Bulog agar bisa dipasok langsung. "Kita malah, kalau perlu retail modern sebanyak-banyaknya pesan kita. Ya, buktinya karena saking banyak yang beli habis, mungkin belum terisi lagi. Ini prosesnya, memang melalui proses," tandas Rizal.

 

SPHP Tak Terganggu Demo

Sebagai upaya menekan kenaikan harga beras, pemerintah telah menugaskan Perum Bulog untuk menyalurkan beras SPHP dengan harga jual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) di tingkat konsumen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani memastikan distribusi beras tidak terganggu eskalasi aksi demonstrasi. Bahkan, Bulog berhasil menjual 4 ton beras disela-sela car free day (CFD) Jakarta.

Seperti diketahui, aksi demo di berbagai titik di Jakarta sempat membuat ruas jalan arteri tersendat. Namun, hal ini diakui tidak berpengaruh pada proses distribusi beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP).

"Enggak (terganggu demo), kita sama-sama dengan keberadaan yang demo pun kemarin kami jualan di Car Free Day kan," kata Rizal, ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (1/9/2025).

 

Jual Banyak di CFD Jakarta

Pekerja menunjukkan beras yang akan dijual di toko beras di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Jumat (5/5/2023). Kenaikan harga beras menjadi salah satu penyumbang inflasi Indeks Harga Konsumen pada April 2023. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dia menjelaskan, pada CFD itu Bulog membawa cukup banyak stok untuk dijual. Ada 5 ton beras SPHP yang dibawa dan dijual dalam kemasan 5 kilogram (kg).

Pada kesempatan itu, Bulog berhasil menjual sebanyak 4 ton beras SPHP. Sisanya, dibagikan kepada pengemudi ojek online (ojol) sebagai bentuk solidaritas.

"Alhamdulillah kita bawa 5 ton, laku 4 ton. Nah sisanya yang 1 ton saya bagikan ke teman-teman ojol supaya ada agak ada kedamaian (ditengah kabar demo)," tutur Rizal.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya